INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 8: Pemahaman Terhadap Kebenaran

 

Bab 8:

Pemahaman Terhadap Kebenaran

 

Dapatkah kita berhenti sejenak dan bertanya dalam hati, apa yang kita cari dalam kehidupan ini? Apa yang menjadi tujuan hidup kita? Apakah ada jalan bahagia yang bisa kita pilih?

Di dunia ini ada dua jalan yang dapat kita pilih, surga dan neraka. Jalan  neraka biasa kita sebut sebagai jalan yang tidak benar atau jalan kotor. Jika kita memilih jalan ini akan memuaskan jasmani kearah negatif, bisa membuat usia lebih singkat, sakit-sakitan, memuaskan diri kita dengan mengembangkan nafsu dunia, makan berlebihan, berjudi, mabuk-mabukan, madon, madat yang merusak rohani dan menggiring ke arah jalan yang kotor, tapi mungkin juga orang yang dirinya merasa berbahagia karena hidup bagaikan raja, ditakuti banyak orang, menentang pandangan saya ini. didalam tulisan saya tidak menganjurkan kehidupan demikian, karena kenyataan yang pernah saya lihat dan saya alami jika kita pilih jalan neraka, didalam lingkungan family maupun teman, banyak contoh membuktikan, kehidupan mereka banyak yang sengsara saat menginjak usia 40 an. Sedangkan jalan ke surga, biasa disebut jalan yang benar. Jalan ke surga sering kita dengar dari orang tua, memuaskan jasmani ke arah positif, membangun rohani kita ke jalan yang suci dan mulia; dengan teratur berolah-raga, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang—artinya makanlah secukupnya, berilah badan kita dengan makanan yang sehat dan bergizi.

Tuntutlah ilmu kebenaran sedalam-dalamnya.

Setiap manusia harus mengenali dirinya sendiri, supaya dapat mengenal jalan yang akan ditempuhnya dikemudian hari. Saat mata kita terbuka, kita melihat dunia diluar, cobalah kita sering melakukan, memejamkan mata sejenak, baik saat kita bersujud dihadapan yang maha kuasa, baik kita sedang meditasi, maupun sebelum kita lelap tidur di ranjang, untuk melihat ke dalam, ke dalam diri kita sendiri, kedalam sampai ke hati nurani kita, apakah kita pernah berbuat sesuatu langkah tindakkan untuk mengurangi sampah didunia ini, yang saya titik beratkan adalah sampah masyarakat. Didunia nyata kita sering mendengar daur ulang limbah, kitapun bisa mendaur ulang sampah masyarakat. Untuk itu kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya—jasmani maupun rohani, dan membantu orang banyak untuk memperbaiki cara hidupnya.

Kita harus tahu apa tujuan akhir kita

Saat kita masih usia kanak2, tujuan akhir yang ingin dicapai pendek2, setelah remaja, tujuan yang ingin dikejar mulai agak panjang, setelah dewasa, saat anda mulai berdikari lepas dari keluarga induk yaitu orang tua, tujuan akhir yang ingin dicapai akan lebih panjang lagi. Saya anjurkan tujuan akhir yang kita setting lebih baik sampai kita mendekati ajal. Apa yang akan anda capai saat anda tua dan menuju kembali keasal semula?

Saya pernah berkata kepada anak : “ Nak ayah sudah menginjak hari tua, ayah sangat berterima kasih kepada rakyat Indonesia, karena merekalah, kalian bisa mendapat pendidikan diluar negeri, dan tinggal dilingkungan yang nyaman dan aman. Walaupun sebagian kecil oknum didalam kalangan rakyat berlaku jahat kaada kita, janganlah mendendam, tetaplah terima kasih, karena mereka juga, kalian bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sisa umur ayah, ingin dibaktikan ke rakyat Indonesia, karena orang Tionghoa punya pepatah, e??a?�a?�?�?luò guA�   gA�n  artinya, daun (yang tua) itu akan jatuh ke akarnya. Maka saya tetap ingin bekerja dan menulis untuk bisa dibagikan ke rakyat Indonesia.

Jika sudah mengerti tentang tujuan akhir, maka mantaplah  hati kita. Karena hati mantap, maka hidup pun menjadi tenang. Karena hidup tenang, maka bisa berpikir dengan benar. Karena bisa berpikir dengan benar, maka dalam tindakan kita bisa mendapatkan hasil yang baik.

Kita harus menyalakan obor karakter kebenaran setinggi-tingginya untuk menerangi perjalanan hidup kita. Isi kebenaran ini adalah:

  1. Mendekatkan hati kita ke rakyat jelata, dan menjadikan cinta kasih sebagai pelita dalam menangani masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Kita harus mengerti bahwa segala hal ihwal ada awal dan akhirnya. Kita harus mengerti seluk beluk dan sebab musababnya, maka dalam melihat segala permasalahan kita sudah mendekati kebenaran.
  3. Kita juga harus mengerti bahwa segala hal ihwal itu saling berhubungan dan saling kait mengait. Jika kita dapat mengerti hal ini, dan bisa menguraikan dengan benar tali temali hubungan diantaranya, maka dalam pemecahan masalah kita sudah mendekati kebenaran.
  4. Sehubungan dengan hal-hal di atas, bahwa kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di sebuah Negara, berhubungan erat dengan keadaan negeri tersebut, jika seorang pemimpin ingin menjunjung moral kebenaran dan membela rakyatnya, ia haruslah mengurus negerinya. Jika ia tidak bisa mengurus negerinya dengan baik, maka ia bukanlah pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik harus bisa memegang teguh komitmennya, apa yang pernah dijanjikan harus direalisasikan. Jika ingin mengurus negerinya dengan baik, maka ia harus bisa mengurus keluarganya dengan baik. Sebab jika mengurus keluarga saja tidak benar, bagaimana ia dapat memimpin negerinya? Untuk bisa mengurus keluarga dengan baik, ia harus bisa memperbaiki perilakunya. Untuk itu, manusia harus meluruskan niat hatinya. Dan untuk mencapai tujuan ini, setiap orang harus tulus dan jujur. Agar dapat menjadi tulus dan jujur, orang harus punya pengetahuan—yaitu pengetahuan terhadap masalah yang terkait.

Dalam hal ini berarti kita harus mengutamakan kesehatan rohani, yaitu dengan memperbaiki karakter. Kemudian kita bisa membangun keluarga yang baik, membangun keluarga besar, suku, perusahaan, bahkan negeri.

 

5 hal yang perlu diketahui dalam kepemimpinan :

  1. REFFECTIVE
  • Know what I want and how I feel (tahu apa yang saya inginkan dan rasakan).
  • Be honest with myself (jujur dengan diri saya).
  • Lend an ear to the voice of my own conscience (meminjamkan telinga untuk suara hati nurani saya sendiri).
  • Do not be afraid to lose (tidak takut kehilangan).
  • Have courage to take action and to change (memiliki keberanian untuk mengambil tindakan dan untuk berubah).
  • Be reflective and understand what I really want (jadilah reflektif dan memahami apa yang saya inginkan).
  • Be humble and open to growth and change (jadilah rendah hati dan terbuka untuk pertumbuhan serta perubahan).

 

 

  1. FOCUS

gamabenceno.

  • Organize and execute work duties around priorities (mengatur dan melaksanakan tugas bekerja dengan prioritas).
  • Know where we are heading and what we want the end to be (tahu dimana kita menuju dan pada akhirnya kita ingin menjadi seperti apa).
  • Know where is our direction, our vision and our goal (tahu dimana arah kami, visi dan tujuan kami).
  • Know how to prioritize our work and time (tahu bagaimana memprioritaskan pekerjaan dan waktu).
  • Realize that managing time means managing self (sadarilah bahwa mengelola waktu berarti mengatur diri sendiri).
  • Create small wins that will give us confidence and a sense of focus (membuat kemenangan kecil yang akan memberi kami kepercayaan diri dan rasa fokus).

 

 

  1. EMPATHY
  • Understand things from another’s frame of reference (memahami hal-hal dari acuan frame lain).
  • Listen with intent to understand what the other person has to say or express (dengarkan dengan maksud untuk memahami apa yang orang lain katakan atau ungkapkan).
  • Maintain objectivity (menjaga objektivitas).
  • Be patient and caring (bersabarlah dan peduli).
  • Use a third eye to observe non-verbal communication (gunakan mata ketiga untuk mengamati komunikasi non-verbal).
  • Know that action always speak louder than words (tahu bahwa tindakan selalu berbicara lebih keras daripada kata-kata).

 

 

  1. COLLABORATIVE
  • Trust people in order to collaborate (mempercayai orang lain untuk berkolaborasi).
  • Identify mutual goals (mengidentifikasi tujuan bersama).
  • Respect individual differences (menghormati perbedaan individu).
  • Communicate effectively to increase mutual understanding and trust (berkomunikasi secara efektif untuk meningkatkan saling pengertian dan percaya).
  • Be ethical and keep to promises in order to achieve collaboration (jadilah etis dan menjaga janji dalam rangka mencapai kolaborasi).

 

  1. DAO
  • Have self-renewal to achieve a sense of balance (memiliki pembaruan diri untuk mencapai keseimbangan).
  • Be open to new ideas and new way of doing things (bersikaplah terbuka terhadap ide-ide baru dan cara baru dalam melakukan sesuatu).
  • Try to maintain youth (cobalah untuk mempertahankan anak muda).
  • Be open to learning and growth (bersikaplah terbuka untuk belajar dan bertumbuh).
  • Understand that dilemma can be a source of energy and creativity. See things in “this and that” not “this or that” (memahami bahwa dilemma dapat menjadi sumber energi dan kreativitas. Melihat hal-hal dalam “ini dan itu” tidak “ini atau itu”). 

Usman Arifin dilahirkan di indramayu tahun 1948,sekolah di mandarin school, (saat itu masih diperbolehkan). Waktu umur 10 tahun, diajak oleh ibunya ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah. Betapa berkesannya pak Usman, betapa pentingnya sekolah, tanpa bantuan ibunya tidak ada kesempatan untuk bekerja sambil bersekolah. Figure seorang ibu selalu teringat di benaknya, di dalam hati yang paling dalam, pak Usman selalu berterima kasih kepada ibunya. Pak Usman menikah dengan Lim Yuli Muliana,dan dikaruniai 3 orang anak bernama Leo Hermanto, Kurniati Lestari dan Sani Nuriah Lestari, sekarang pak Usman sudah mempunyai cucu 3 . Sampai saat ini bapak adalah Komisaris di 2 perusahaan Tritunggal Prakarsa Prima Mandiri PT bergerak dibidang bahan advertizing, PT. TRIASINDO MACHINERY - Indonesia. Yang bergerak dibidang alat oven roti.

One comment on “INSPIRASI DAN PANDANGAN HIDUP a�� Bab 8: Pemahaman Terhadap Kebenaran
  1. Chandra P. Gunarto says:

    Dear Pak Usman,

    Terima kasih atas niat mulia Bapak untuk menjadi 'obor penerang' moral bagi kami semua, melalui tulisan-tulisan Bapak di blog ini. Saya pribadi sangat menghargai niat mulia tsb :)!

    Semoga dengan peluncuran blog ini bisa menjadi suatu bagian kontribusi juga dalam pembentukan moral bangsa Indonesia ke depannya.

    Semoga Pak Usman diberi kekuatan dan kesehatan selalu, sehingga mampu terus berkarya dan berbagi …. , Amiiin … !!

     

    Salam Sukses & Bahagia,

    Chandra P. Gunarto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*